Jessica juga menyoroti kenaikan yield SBN tenor 10 tahun ke level 7,24% ketika imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury sebelumnya mengalami penurunan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan tambahan yang bersumber dari faktor domestik.
“Kenaikan yield SBN tenor 10 tahun ke 7,24% ketika yield US Treasury turun sebelumnya juga mengindikasikan adanya tekanan domestik tambahan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah risiko nilai tukar,” ujar Jessica.
Menurut dia, apabila sentimen terhadap Indonesia memburuk dan mendorong investor mengurangi kepemilikan aset domestik, konversi dana ke valuta asing dapat menambah tekanan terhadap rupiah.
Peningkatan persepsi risiko juga berpotensi membuat investor meminta yield SBN yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas risiko investasi. Di sisi lain, pelemahan rupiah yang berlanjut dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), sehingga penurunan yield domestik berpotensi tertahan meskipun kondisi pasar global membaik.
Mirae Asset Pilih SBN Tenor Pendek
Di tengah volatilitas pasar, Mirae Asset menilai tingkat yield SBN saat ini mulai menarik untuk diakumulasi secara bertahap, terutama pada obligasi bertenor pendek.
Pertimbangan tersebut didukung oleh pelebaran kembali selisih imbal hasil antara US Treasury dan obligasi pemerintah Indonesia (UST-INDOGB spread) hingga di atas 200 basis poin.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhitungkan risiko pelemahan rupiah dan ketidakpastian arus modal. Bagi investor asing, depresiasi rupiah dapat menggerus imbal hasil investasi obligasi dalam denominasi rupiah ketika dikonversi kembali ke mata uang asal.
Mirae Asset juga menyarankan investor lebih selektif terhadap SBN berdurasi panjang karena instrumen tersebut cenderung lebih sensitif terhadap perubahan yield. Obligasi tenor pendek hingga menengah dinilai lebih sesuai untuk dicermati di tengah ketidakpastian pasar.
Ke depan, perkembangan keputusan MSCI, stabilitas nilai tukar rupiah, serta dinamika arus dana asing dan domestik akan menjadi sejumlah faktor penting yang perlu dipantau investor dalam menentukan strategi investasi di pasar saham maupun obligasi pemerintah.
Editor : Huda

















