TrenBisnis.co, PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Kalbar dan lembaga penjaminan menghadirkan program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli dengan plafon maksimal Rp5 juta untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi program tersebut karena dinilai dapat membantu pelaku UMKM yang masih kesulitan mengakses pembiayaan formal. Selain menyediakan akses modal dengan biaya terjangkau, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat perekonomian daerah.
“Kemudahan memperoleh modal perlu disertai kemampuan pelaku UMKM untuk mengelola dan mengembalikan pinjaman. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting agar pembiayaan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha,” ujar Maman dalam acara Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalimantan Barat melalui Pemberdayaan UMKM di Pontianak, Senin (19/10/2026).
Program KUM Peduli memanfaatkan skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk menekan biaya pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Dalam skema tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menanggung 50% bunga kredit dan 50% biaya penjaminan, sedangkan Bank Kalbar menyalurkan pembiayaan dan Jamkrida memberikan penjaminan kredit.

Maman menilai, perluasan akses modal harus diikuti dengan penguatan kemampuan pengelolaan keuangan, kesiapan usaha, dan pendampingan. Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan modal jangka pendek, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan bisnis.
Penyaluran KUR ke Sektor Produksi Capai 65,9%
Di tingkat nasional, Kementerian UMKM terus mendorong perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha yang terhubung dengan lembaga keuangan formal.
Maman menyebut sekitar 3,9 juta pelaku UMKM tercatat pertama kali memperoleh akses pembiayaan formal melalui program KUR selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dari total alokasi KUR sebesar Rp300 triliun pada 2026, penyaluran ke sektor produksi telah mencapai 65,9%, melampaui target minimal 65%.
Menurut Maman, pembiayaan yang diarahkan ke sektor produksi berperan penting dalam mendorong ekspansi usaha sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Dia berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Barat dapat memanfaatkan akses pembiayaan tersebut untuk meningkatkan kapasitas bisnis.
Selain permodalan, akses pasar menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan usaha. Kementerian UMKM berupaya memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas pemasaran produk serta meningkatkan kesiapan UMKM memenuhi persyaratan kredit perbankan atau bankable.
KUM Peduli Berjalan Tiga Tahun
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan program KUM Peduli merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Kalbar, dan Jamkrida yang telah berjalan selama tiga tahun.
Menurutnya, pembagian peran antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga penjaminan memungkinkan pelaku UMKM memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Krisantus berharap program tersebut dapat menjangkau pelaku usaha secara tepat sasaran dan tepat waktu sehingga modal yang diberikan mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan keluarga, dan keberlanjutan usaha.
Program KUM Peduli juga disinergikan dengan pengembangan kawasan wisata terpadu Kota Singkawang. Integrasi tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru bagi UMKM, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui kombinasi akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan perluasan pasar, program ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian Kalimantan Barat.
Editor : Huda

















