Colliers: Permintaan Gedung Hijau Naik, ESG dan Efisiensi Energi Jadi Faktor Utama
TrenBisnis.co, Jakarta – Permintaan terhadap gedung perkantoran bersertifikasi hijau diproyeksikan meningkat dalam beberapa tahun ke depan, seiring penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi persyaratan dasar bagi banyak perusahaan, terutama perusahaan multinasional.
Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo, mengatakan tren tersebut akan mempercepat inisiatif peningkatan kualitas aset (asset enhancement) dan reposisi gedung perkantoran.
Baca Juga : Properti Jakarta–Surabaya Masih Selektif di 2025, Colliers Prediksi Pemulihan 2026
“Keberlanjutan semakin menjadi faktor utama dalam membentuk permintaan ruang perkantoran. Banyak perusahaan kini meninjau kembali bagaimana tempat kerja dapat mendukung karyawan, tujuan organisasi, serta ambisi jangka panjang mereka,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya biaya listrik dan tekanan efisiensi operasional, gedung hemat energi dinilai mampu memberikan penghematan konsumsi listrik sekitar 20–40% dibandingkan gedung konvensional.
Senior Manager – Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia, Zyotty Thamsil, menegaskan bahwa efisiensi energi kini menjadi kebutuhan strategis.
“Efisiensi energi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya dan keberlanjutan,” katanya.
Baca Juga: 32 Tahun Synthesis Development Berkarya, Menginspirasi Masa Depan Industri Properti
Gedung berkinerja tinggi umumnya menawarkan konsumsi energi lebih rendah, kenyamanan termal lebih baik, kualitas udara dalam ruang yang lebih sehat, serta pengurangan emisi karbon yang terukur. Dengan memilih gedung seperti ini, perusahaan dapat mendukung target penurunan emisi secara lebih sistematis dan efisien.
Alternatif bagi Gedung Non-Sertifikasi
Meski demikian, tidak semua perusahaan dapat memperoleh ruang di gedung bersertifikasi hijau. Untuk itu, penyewa di gedung non-sertifikasi tetap dapat menerapkan konsep fit-out berorientasi keberlanjutan guna menekan dampak lingkungan dan meningkatkan kenyamanan ruang kerja.
Head of Project Management Colliers Indonesia, Rahmat Alam, menyatakan organisasi yang mengoptimalkan ruang kerja melalui desain hijau dan fit-out efisien dapat memperkuat kredensial ESG sekaligus menurunkan biaya operasional.
“Organisasi yang mengoptimalkan ruang kerjanya melalui desain hijau dan fit-out yang efisien berada pada posisi tidak hanya untuk menurunkan biaya, tetapi juga memperkuat kredensial ESG mereka,” ujarnya.
Insentif Fit-Out Jadi Daya Tarik
Dalam kondisi pasar perkantoran yang kompetitif, insentif fit-out menjadi salah satu elemen penting dalam negosiasi sewa. Pemilik gedung kini semakin proaktif menawarkan skema insentif lebih luas guna menarik dan mempertahankan penyewa.
Dengan opsi pembiayaan fit-out yang fleksibel, perusahaan dinilai dapat mengelola pengeluaran secara lebih efektif sekaligus mempercepat proses relokasi atau penataan ulang ruang kerja.
Colliers merekomendasikan agar perusahaan mengadopsi strategi tempat kerja berbasis data, termasuk evaluasi pola kerja, tingkat utilisasi ruang, serta kebutuhan karyawan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan keputusan properti selaras dengan metrik ESG, kinerja bisnis, serta pertumbuhan jangka panjang.(*)
Editor : Huda
