Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Danantara Ambil Alih Empat Manajer Investasi BUMN, Kelola Aset Lebih dari Rp170 Triliun

×

Danantara Ambil Alih Empat Manajer Investasi BUMN, Kelola Aset Lebih dari Rp170 Triliun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih pengendalian empat perusahaan manajer investasi milik BUMN dengan total dana kelolaan (asset under management/AUM) lebih dari Rp170 triliun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi konsolidasi untuk membentuk perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia.

Pengambilalihan ditandai dengan penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) atas saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM) pada 22 Juli 2026.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan aksi korporasi tersebut bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan bagian dari upaya memperkuat industri manajemen investasi nasional agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun. Danantara Indonesia akan memastikan seluruh kekuatan tersebut diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, dalam satu bulan ke depan, empat perusahaan tersebut akan digabungkan menjadi satu entitas melalui proses merger sebagai bagian dari program streamlining yang dijalankan Danantara Indonesia.

Perusahaan hasil konsolidasi diharapkan memiliki model bisnis yang lebih terintegrasi sehingga mampu memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi, sekaligus menghadirkan produk investasi yang lebih kompetitif.

Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia menilai konsolidasi tersebut akan memperkuat fondasi industri manajemen investasi nasional.

Menurutnya, penggabungan empat entitas akan menghasilkan institusi dengan skala usaha, kapabilitas investasi, dan tata kelola yang lebih kuat sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global.

Di segmen ritel, perusahaan hasil merger akan fokus mengembangkan produk investasi tematik dan memperluas distribusi melalui jaringan bank-bank Himbara. Langkah itu memanfaatkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang tercermin dari Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor.

Sementara itu, pada segmen institusi, perusahaan akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi melalui perluasan basis investor serta penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif bagi berbagai lembaga domestik.

Direktur Utama BRI Manajemen Investasi Arief Budiman mengatakan perusahaan membawa modal AUM sebesar Rp52,61 triliun per Juni 2026 dengan basis investor ritel yang kuat.

“Penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar keuangan modal,” ujarnya.

Adapun Direktur Utama BNI Asset Management Ari Adil menyebut BNI AM memiliki AUM Rp29,59 triliun per Juni 2026 dengan komposisi bisnis yang seimbang antara segmen ritel dan institusi.

Menurutnya, sinergi empat perusahaan akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi melalui integrasi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, dan peningkatan skala usaha.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Investment Management Ade Santoso Djajanegara mengatakan pengalaman PNM IM dalam mengembangkan investasi inklusif dengan AUM Rp10,31 triliun akan melengkapi kekuatan entitas hasil merger.

Ia menilai kolaborasi tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

DAM menyatakan proses integrasi akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga kesinambungan layanan bagi nasabah dan mitra usaha.

Perusahaan menargetkan konsolidasi tersebut dapat memperkuat posisi industri manajemen investasi nasional sekaligus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *