TrenBisnis.co, SURABAYA — Ketertarikan terhadap dunia otomotif mengajarkan Hengky Tambayong untuk memahami karakter, detail, dan teknologi. Prinsip tersebut sejalan dengan perannya sebagai Director of Operations & Revenue MORA Group, yang bertanggung jawab mengawal operasional sekaligus strategi pendapatan perusahaan perhotelan tersebut.
Berpengalaman lebih dari tiga dekade di industri hospitality, Hengky menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang, mulai dari perubahan perilaku wisatawan hingga persaingan mendapatkan pelanggan di tengah pertumbuhan perjalanan domestik.
Bagi Hengky, mengelola bisnis hotel bukan sekadar memastikan kamar terjual, melainkan memahami alasan tamu memilih sebuah properti dan faktor yang membuat mereka kembali.
“Pekerjaan kami bukan hanya memastikan kamar terjual hari ini, tetapi memahami mengapa tamu memilih hotel kami dan apa yang membuat mereka kembali. Data membantu membaca perilaku itu, sementara tim operasional memastikan pengalaman yang dijanjikan benar-benar terjadi,” ujar Hengky dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2026)
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Hengky dalam mengawal kinerja MORA Group. Perusahaan memperkuat distribusi digital, pengelolaan ulasan tamu, serta MORA Club, program loyalitas yang menghubungkan pemesanan langsung dengan manfaat keanggotaan di berbagai properti yang dikelola.
Strategi tersebut relevan di tengah dinamika industri perhotelan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara mencapai 104,30 juta perjalanan pada Agustus 2026, meningkat 11,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, tingkat penghunian kamar hotel berbintang secara nasional tercatat sebesar 52,52%.
Data tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan mobilitas wisatawan belum otomatis berbanding lurus dengan keterisian kamar. Operator hotel perlu memahami karakter pasar, mengoptimalkan kanal distribusi, serta menjaga kualitas pengalaman pelanggan untuk mendorong kinerja bisnis.
Menerjemahkan Potensi Lokasi Menjadi Peluang Bisnis
Tantangan berikutnya bagi Hengky adalah memastikan pertumbuhan portofolio MORA Group berjalan sesuai karakter setiap destinasi. Perusahaan menyiapkan dua properti dengan konsep berbeda, yakni HEMORA Sriti di Palu, Sulawesi Tengah, dan Lereng Senja Hotel & Villas by MORA di Ciwidey, Jawa Barat.
HEMORA Sriti mengusung desain modern bernuansa classic American. Lokasinya yang berdampingan dengan kawasan convention hall membuka peluang untuk menjangkau kebutuhan akomodasi bagi pengunjung pertemuan bisnis, kegiatan sosial, maupun acara lainnya.
Sementara itu, Lereng Senja Hotel & Villas by MORA dikembangkan di kawasan dataran tinggi Ciwidey dengan mengedepankan lanskap alam, privasi, dan pengalaman menginap yang lebih santai. Properti tersebut direncanakan memiliki 16 vila dan 20 kamar.
Kedua pengembangan itu menunjukkan pentingnya menyesuaikan konsep hotel dengan potensi lokasi dan kebutuhan calon tamu. Bagi operator, strategi tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun diferensiasi produk di tengah persaingan industri hospitality.
“Setiap properti harus punya alasan yang kuat untuk dipilih. Tugas operator adalah menerjemahkan potensi lokasi menjadi produk yang relevan, pengalaman yang konsisten, dan bisnis yang sehat dalam jangka panjang,” kata Hengky.
Menjaga Keseimbangan antara Bisnis dan Keluarga
Di luar aktivitas profesionalnya, Hengky merupakan penggemar otomotif yang menikmati karakter dan keunikan setiap kendaraan. Ia juga dekat dengan keluarga dan menjalani peran sebagai ayah dari dua putra dan satu putri di tengah dinamika pekerjaannya.
Ketertarikannya pada otomotif menjadi sisi personal dari sosok yang sehari-hari berkutat dengan operasional, pendapatan, dan pengembangan bisnis hotel. Baginya, memahami detail dan karakter merupakan hal penting, baik ketika melihat kendaraan maupun saat mengelola properti dengan segmen pasar yang berbeda.
MORA Group sendiri merupakan perusahaan manajemen hospitality, konsultasi properti, dan technical assistance yang diluncurkan pada 31 Juli 2024 di bawah kepemimpinan Founder & CEO Andhy Irawan.
Portofolionya mencakup MORAZEN di Surabaya dan Yogyakarta, Lamora dengan konsep economic plus, HEMORA yang mengusung desain modern minimalis, serta merek ramah Muslim seperti Royal Qin, Grand Qin, dan Qin Hotel di Banjarbaru. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan Select Hotel Group di Jepang.
Dengan pengalaman panjang di industri perhotelan, Hengky mengawal upaya perusahaan untuk mengembangkan portofolio yang relevan dengan karakter pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan menjaga keberlanjutan kinerja bisnis di tengah perubahan industri.
Editor : Huda

















