Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi BisnisUMKM

Kementerian UMKM Gandeng Barantin Permudah Persyaratan Ekspor

×

Kementerian UMKM Gandeng Barantin Permudah Persyaratan Ekspor

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjajaki integrasi platform SAPA UMKM dengan sistem layanan digital Badan Karantina Indonesia (Barantin), BESTRAS, untuk mempermudah pelaku usaha memenuhi persyaratan ekspor dan memperluas akses ke pasar global.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk UMKM melalui pemenuhan standar mutu, keamanan produk, sertifikasi, serta ketentuan teknis negara tujuan ekspor.

“Ketika berbicara ekspor, kita tidak bisa hanya mengikuti standar dalam negeri, tetapi juga harus menyesuaikan dengan standar negara tujuan. Di sinilah peran Barantin sangat penting untuk mendampingi UMKM agar semakin siap memasuki pasar global,” kata Maman dalam Indonesia Quarantine Expo 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi komoditas unggulan dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan. Namun, potensi tersebut perlu didukung kesiapan pelaku UMKM dalam memenuhi persyaratan perdagangan internasional agar produknya dapat bersaing di pasar ekspor.

Integrasi SAPA UMKM dengan BESTRAS (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) diharapkan memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi dan mengakses layanan terkait persyaratan karantina.

Baca Juga :  Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Nasional

Melalui SAPA UMKM, Kementerian UMKM juga mendorong kemudahan akses terhadap informasi, pembinaan, pembiayaan, dan pasar. Sinergi kedua platform tersebut diharapkan dapat menyederhanakan akses layanan yang dibutuhkan UMKM untuk memperluas kegiatan perdagangan, khususnya ekspor.

Perkuat rantai pasok UMKM

Selain integrasi layanan digital, Maman menyoroti pentingnya peran usaha menengah sebagai agregator dalam rantai pasok. Peran tersebut diperlukan untuk mengonsolidasikan produk UMKM, menjaga konsistensi pasokan, memperluas distribusi, serta menghubungkan usaha mikro dan kecil dengan pasar yang lebih luas.

Menurutnya, kemitraan antara usaha mikro, kecil, menengah, dan usaha besar perlu diperkuat melalui ekosistem bisnis yang terintegrasi. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM dalam memenuhi permintaan pasar.

Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan lembaganya berkomitmen mendukung program UMKM naik kelas melalui penguatan ekosistem ekspor-impor, terutama dalam memastikan komoditas Indonesia memenuhi persyaratan pasar internasional.

“Karantina hadir untuk mendukung Kementerian UMKM dalam ekosistem ekspor-impor, terutama memastikan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan memenuhi standar yang ditetapkan pembeli di luar negeri,” ujar Karding.

Baca Juga :  Kementerian UMKM Gerakkan Ekonomi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Dia menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang perlu diperhatikan pelaku UMKM untuk memasuki pasar ekspor, yakni mutu produk, keamanan produk, dan ketertelusuran atau traceability. Ketiga aspek tersebut semakin penting dalam perdagangan global karena berkaitan dengan pemenuhan standar dan persyaratan negara tujuan.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian UMKM dan Barantin mendeklarasikan Penguatan Perkarantinaan dan Pengembangan UMKM Ekspor sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Kolaborasi kedua lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan ekspor UMKM sekaligus memperluas peluang produk Indonesia menembus pasar internasional.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *