TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. (Permata Bank) memperkuat edukasi pengelolaan kekayaan atau wealth management melalui program Wealth Wisdom 2026 yang digelar di tujuh kota dengan total 16 kelas sejak Agustus hingga Oktober 2026.
Memasuki tahun ke-12, program bertema Finding Balance, Building Resilience tersebut mengajak nasabah melihat pengelolaan kekayaan secara lebih luas, mulai dari pertumbuhan aset, mitigasi risiko, kesehatan, hingga persiapan keberlanjutan bisnis dan kekayaan lintas generasi.
Permata Bank menutup rangkaian Wealth Wisdom 2026 di Jakarta pada 22 Oktober 2026. Program ini berlangsung di Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta dengan menghadirkan pakar ekonomi, investasi, kesehatan, pemimpin bisnis, serta figur publik.
Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan pasar, pengelolaan kekayaan dinilai membutuhkan strategi adaptif yang sesuai dengan profil risiko, kebutuhan, dan tujuan finansial jangka panjang nasabah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan investasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan ekspor bernilai tambah yang didukung efisiensi logistik.
Dia juga mendorong investor domestik agar lebih percaya diri terhadap fundamental perekonomian dan pasar modal Indonesia, sehingga investasi dan perdagangan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank Eddie Sajoga, mengatakan Wealth Wisdom menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat hubungan dengan nasabah melalui edukasi dan pendampingan yang relevan dengan perubahan kebutuhan mereka.
“Wealth management tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana menjaga nilai kekayaan, mengelola risiko, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga, bisnis, dan generasi berikutnya,” ujar Eddie.
Enam Pilar Pengelolaan Kekayaan
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Wealth Wisdom mengangkat enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Keenam pilar tersebut mencakup kebiasaan finansial, tujuan hidup, kesehatan, hubungan sosial, kontribusi kepada masyarakat, serta pengalaman bermakna.
Khusus di Jakarta, Permata Bank menghadirkan empat kelas yang membahas berbagai aspek pengelolaan kekayaan dan pengembangan diri.
Kelas Navigating Indonesia’s Next Chapter membahas prospek ekonomi dan investasi bersama mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, serta Head of Investment Eastspring Al-Wara’ Investments Lai Eu-Roy.
Sementara itu, kelas Leading with Integrity & Purpose menghadirkan Founder dan CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes untuk membahas kepemimpinan berbasis integritas dan tujuan.
Aspek kesehatan dan perlindungan menjadi pembahasan dalam kelas Investing in Health & Well-being bersama dokter dan penulis Gia Pratama serta Operations Group Head PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) Tengku Raya Sharin.
Adapun kelas Expanding Wealth & Influence Through Networks menghadirkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014–2019 sekaligus Founder Susi Air Susi Pudjiastuti, serta Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. Arief Wana. Kelas tersebut membahas peran jejaring dalam pengembangan bisnis dan penciptaan peluang pertumbuhan.
Perkuat Layanan Wealth Management
Selain edukasi, Permata Bank memperkuat layanan pengelolaan kekayaan melalui pendampingan personal oleh Relationship Manager (RM) yang dipadukan dengan teknologi digital.
Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Digital Transaction Assistance (DiTA), yakni layanan transaksi investasi berbasis hybrid yang menggabungkan pendampingan RM dengan otorisasi digital langsung oleh nasabah.
Melalui layanan tersebut, nasabah dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan sekaligus melakukan transaksi secara lebih fleksibel dan praktis.
Permata Bank juga mendorong kesiapan generasi penerus melalui program Future Leaders Journey Shanghai 2026 dalam inisiatif Permata Masa Depan.
Program ini ditujukan bagi putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun yang memenuhi ketentuan. Peserta berkesempatan memperluas wawasan mengenai pendidikan, bisnis, dan kepemimpinan melalui kunjungan ke Fudan University, Shanghai Normal University, dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University.
Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan bisnis ke Alibaba dan Bangkok Bank di Shanghai. Program tersebut diharapkan membantu generasi muda membangun perspektif global dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Melalui rangkaian edukasi, layanan personal, dan program pengembangan generasi penerus, Permata Bank berupaya memperkuat pendekatan pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berorientasi pada akumulasi aset, tetapi juga pada keberlanjutan finansial keluarga dan bisnis dalam jangka panjang.
Editor : Huda

















