Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi BisnisFinansial

Mirae Asset Waspadai Dampak Usulan Reklasifikasi MSCI terhadap Arus Modal Asing

×

Mirae Asset Waspadai Dampak Usulan Reklasifikasi MSCI terhadap Arus Modal Asing

Sebarkan artikel ini

Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

Menghadapi ketidakpastian tersebut, Mirae Asset menyarankan investor menerapkan strategi investasi yang lebih selektif dan tidak terburu-buru meningkatkan eksposur terhadap saham.

Investor dengan posisi kas yang memadai dapat mempertimbangkan pembelian saham secara bertahap atau gradual re-entry, terutama pada saham yang relatif memiliki ketergantungan lebih rendah terhadap aliran dana investor institusional asing.

Sejumlah saham sektor komoditas juga dapat menjadi pilihan untuk dicermati. Namun, investor tetap perlu memperhatikan likuiditas dan karakteristik risiko masing-masing saham.

“Kami tidak melihat perlunya investor terburu-buru kembali masuk ke pasar secara agresif. Namun, koreksi yang sangat tajam juga dapat membuka peluang secara selektif,” kata Rully.

Dia menambahkan, fleksibilitas kas masih diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan volatilitas lanjutan. Dalam kondisi pasar yang belum stabil, pemilihan saham dengan eksposur lebih terbatas terhadap arus dana asing menjadi salah satu pertimbangan strategi investasi.

Tekanan Berpotensi Merembet ke Pasar SBN

Risiko dari perkembangan MSCI juga berpotensi meluas ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), terutama melalui perubahan sentimen investor dan pergerakan arus modal asing.

Baca Juga :  Investasi Sejak Muda Jadi Kunci Lawan Inflasi dan Raih Kebebasan Finansial

Mirae Asset melihat memburuknya persepsi risiko terhadap Indonesia dapat meningkatkan premi risiko, menekan nilai tukar rupiah, serta mendorong investor asing mengurangi kepemilikan aset domestik, termasuk obligasi pemerintah.

Fixed Income Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa mengatakan, tekanan di pasar keuangan domestik perlu dicermati seiring pergerakan imbal hasil SBN dan nilai tukar rupiah.

Dalam keterangan perusahaan, imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun dilaporkan mencapai 7,33% pada pembukaan pasar, sedangkan rupiah berada di atas Rp18.000 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *