Ferry Salanto memaparkan bahwa pengembang semakin mengandalkan insentif untuk menjaga daya tarik produk tanpa harus memangkas harga jual yang dipublikasikan secara besar-besaran. Insentif tersebut meliputi pembebasan biaya pengelolaan atau IPL, subsidi biaya akad kredit, hingga unit yang telah dilengkapi furnitur.
Strategi itu membuat harga yang tercantum dalam materi pemasaran tidak selalu mencerminkan biaya akhir yang ditanggung konsumen.
Dari sisi pembiayaan, kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi metode pembayaran terbesar pada kuartal III/2026 dengan porsi 47%. Pembelian secara tunai keras mencapai 29%, sedangkan tunai bertahap menyumbang 24%.
Dominasi KPR membuat tingkat bunga, besaran uang muka, cicilan bulanan, dan biaya transaksi semakin menentukan keterjangkauan apartemen. Skema pembiayaan pun menjadi bagian penting dari produk yang ditawarkan pengembang.
Hotel Jakarta dan Bali Hadapi Tantangan Berbeda
Sektor perhotelan Jakarta mulai menunjukkan pemulihan, tetapi belum sepenuhnya kembali normal. Peningkatan kegiatan korporasi, pemerintahan, pameran, dan konser berskala besar menjadi penopang permintaan akomodasi.
Dalam risetnya, Colliers menyoroti bahwa peningkatan jumlah wisatawan asing tidak selalu sebanding dengan kenaikan pendapatan hotel. Perbaikan konektivitas dapat membuat perjalanan lebih efisien, sementara sebagian wisatawan hanya transit atau memperpendek durasi menginap.
Karena itu, hotel perlu memperluas sumber pendapatan di luar kamar, antara lain melalui restoran, kafe, bar, pertemuan bisnis, pernikahan, dan acara sosial.
Di Bali, pengembangan hotel masih terkonsentrasi di kawasan Seminyak–Canggu, Nusa Dua, Jimbaran–Uluwatu, dan Ubud. Pertumbuhan hotel mewah berpotensi meningkatkan reputasi destinasi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga membawa risiko kenaikan harga tanah, kemacetan, tekanan lingkungan, dan peningkatan biaya hidup masyarakat setempat.
Colliers menilai strategi pariwisata Bali perlu semakin diarahkan pada peningkatan nilai belanja wisatawan, bukan semata-mata mengejar jumlah kedatangan. Kurasi produk wisata, pemasaran yang lebih spesifik, dan peningkatan durasi tinggal menjadi bagian dari strategi tersebut.
Secara keseluruhan, temuan Colliers pada kuartal III/2026 menunjukkan bahwa kinerja properti semakin ditentukan oleh kualitas aset, ketepatan strategi harga, efisiensi operasional, serta kemampuan pengelola memahami kebutuhan penyewa dan konsumen.
Editor : Huda

















