Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Kurasi Tenant Jadi Strategi Penting Hadapi Persaingan Ritel Jakarta

×

Kurasi Tenant Jadi Strategi Penting Hadapi Persaingan Ritel Jakarta

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA – Persaingan pasar ritel Jakarta semakin ketat seiring perubahan perilaku konsumen yang menjadikan pusat perbelanjaan bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga destinasi gaya hidup dan pengalaman.

Kondisi tersebut membuat kurasi tenant atau strategi penentuan dan penempatan penyewa menjadi semakin penting bagi pemilik pusat perbelanjaan untuk menjaga relevansi aset sekaligus meningkatkan daya saing dalam jangka panjang.

Head of Retail Services Colliers Indonesia Sander Halsema mengatakan pemilik pusat perbelanjaan perlu membangun tenant mix yang strategis dan disesuaikan dengan profil pelanggan, pola belanja, preferensi gaya hidup, serta arah bisnis mal.

“Bagi pemilik pusat perbelanjaan, penting untuk membangun tenant mix yang lebih strategis dan sesuai dengan profil pelanggan, pola belanja, preferensi gaya hidup, serta arah atau posisi bisnis mal untuk jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, retailer juga semakin selektif dalam menentukan lokasi ekspansi. Lokasi yang dipilih harus memiliki kesesuaian dengan target konsumen, potensi produktivitas yang baik, serta mampu mendukung pertumbuhan permintaan di masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan temuan dan analisis tim Research Colliers Indonesia, tingkat ruang kosong (vacancy) pusat perbelanjaan di Jakarta pada kuartal II/2026 masih menunjukkan perbedaan antarwilayah.

Jakarta Selatan di luar kawasan pusat bisnis atau Central Business District (CBD) mencatat tingkat ruang kosong tertinggi, yakni sekitar 21%. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Utara dengan tingkat ruang kosong sekitar 20%.

Data tersebut menunjukkan proses pemulihan sektor ritel Jakarta masih berlangsung secara bertahap dan belum merata di seluruh lokasi maupun kelas pusat perbelanjaan.

Strategi Tenant Mix

Di tengah kondisi tersebut, pemilik pusat perbelanjaan dituntut lebih proaktif dalam melakukan repositioning aset dan menyusun komposisi tenant yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Kurasi tenant tidak hanya mencakup pengisian ruang dengan penyewa, tetapi juga membangun ekosistem ritel yang mampu menarik pengunjung dan memperkuat identitas pusat perbelanjaan.

Komposisi tersebut dapat mencakup anchor tenant, merek internasional, merek lokal yang sedang berkembang, layanan pendukung, hingga konsep berbasis pengalaman yang dapat meningkatkan interaksi pengunjung.

Colliers menilai penggunaan data juga semakin penting dalam menentukan strategi tenant mix. Pemilik pusat perbelanjaan dapat memanfaatkan sejumlah indikator, seperti data kunjungan pengunjung, profil konsumen, perilaku belanja, serta kinerja penjualan tenant.

Pemanfaatan data tersebut dapat membantu pemilik mal menentukan tenant yang sesuai dengan karakteristik pengunjung sekaligus mendukung pengambilan keputusan terkait penempatan dan pengembangan aset.

Meningkatnya ekspektasi konsumen, pusat perbelanjaan yang mampu menggabungkan aksesibilitas, tenant yang relevan, kenyamanan, pengalaman gaya hidup, dan strategi berbasis data dinilai memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan daya saing di pasar ritel Jakarta.

Dengan demikian, kurasi tenant kini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan pusat perbelanjaan, bukan sekadar upaya mengurangi ruang kosong.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *