Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Menteri Ekraf Dukung Buku “Mode Indonesia” Jadi Referensi Fesyen Nasional

×

Menteri Ekraf Dukung Buku “Mode Indonesia” Jadi Referensi Fesyen Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penyusunan buku Mode Indonesia yang digagas sebagai dokumentasi desainer Indonesia lintas generasi.

Buku tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya nasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem fesyen Tanah Air.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah siap memfasilitasi pengembangan buku tersebut, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga penguatan aspek kekayaan intelektual dan penerbitan.

“Ini merupakan dokumentasi yang sangat penting bagi perkembangan fesyen Indonesia. Fondasi penerbitan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga skema distribusinya juga harus dipersiapkan dengan matang agar manfaatnya dapat berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi komunitas Mode Indonesia di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi komunitas Mode Indonesia di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Kementerian Ekraf turut membuka ruang diskusi dengan Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual serta Direktorat Penerbitan dan Fotografi untuk mendukung pengembangan buku tersebut.

Menurut Menteri Ekraf, buku Mode Indonesia memiliki potensi besar sebagai referensi penting bagi penguatan ekosistem fesyen nasional. Pemerintah juga mengapresiasi progres penyusunan buku yang dinilai telah memiliki fondasi konten yang kuat.

“Kami melihat potensinya besar dan kontennya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana pengembangannya dipersiapkan dengan kuat agar karya ini bisa menjadi referensi penting dalam penguatan ekosistem fesyen nasional,” katanya.

Buku Mode Indonesia direncanakan meluncur pada akhir Juli 2026 dalam versi soft cover dan hard cover. Adapun versi hard cover akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris guna memperluas jangkauan internasional.

Selain menampilkan perjalanan fesyen Indonesia dari masa ke masa, buku tersebut juga akan memuat desainer Indonesia yang telah berkiprah di tingkat global serta memperkenalkan keragaman wastra Nusantara kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, perancang busana senior, Samuel Wattimena menyebut dokumentasi fesyen Indonesia masih minim sehingga buku tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan arsip industri kreatif nasional.

“Buku Mode Indonesia belum pernah ada yang menggabungkan para desainer Indonesia lintas generasi. Kami berharap ini menjadi buku pertama yang dapat terus berkembang pada tahap-tahap berikutnya,” ujar Samuel.

Dia menambahkan pengembangan dokumentasi ke depan juga akan mencakup subsektor ekonomi kreatif lain, termasuk kostum film dan teater. Selain itu, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pengembangan wastra lokal.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut yakni Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Pelaksana Tugas Direktur Fesyen Romi Astuti.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *