Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
HotelTravel

The Alana Sentul Bidik Pasar MICE, Andalkan Venue Fleksibel dan Panorama Sentul

×

The Alana Sentul Bidik Pasar MICE, Andalkan Venue Fleksibel dan Panorama Sentul

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA – The Alana Hotel Sentul City memperkuat pasar meeting, incentive, conference, and exhibition (MICE) dengan mengandalkan fleksibilitas ruang, fasilitas modern, serta konsep meeting yang memadukan kebutuhan bisnis dan leisure.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya hotel yang merupakan brand The Alana pertama di Jawa Barat itu untuk menangkap kebutuhan perusahaan yang mencari alternatif venue meeting di luar pusat Jakarta.

Berada di kawasan Sentul City, hotel ini menawarkan akses sekitar 30 menit dari Jakarta dan 10 menit dari Bogor. Kedekatan dengan dua pasar tersebut menjadi salah satu daya tarik untuk kegiatan korporasi seperti meeting, gathering, seminar, konferensi hingga corporate retreat.

The Alana Hotel Sentul City memiliki 19 ruang meeting dengan kapasitas dan konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara. Sebagian besar ruang meeting berada di lantai dua dan dilengkapi high-speed Wi-Fi serta fasilitas meeting modern.

Hotel juga menawarkan paket meeting mulai dari Rp700.000. Paket tersebut mencakup penggunaan ruang selama empat jam, satu kali coffee break, serta pilihan makan siang atau makan malam.

Meeting Room The Alana Hotel Sentul City (istimewa)

Director of Sales & Marketing The Alana Hotel Sentul City, Meirani Handayani mengatakan, kebutuhan perusahaan terhadap venue meeting semakin beragam. Karena itu, hotel menyiapkan pilihan ruang dan fasilitas yang dapat disesuaikan dengan karakter acara.

“Kami memahami bahwa setiap perusahaan memiliki kebutuhan meeting yang berbeda. Karena itu, The Alana Hotel Sentul City menghadirkan pilihan ruang yang fleksibel, fasilitas yang mendukung, serta paket meeting yang dirancang praktis untuk memberikan kemudahan bagi setiap penyelenggara acara,” ujar Meirani.

Salah satu venue yang menjadi andalan adalah Crystal Room. Ruang multifungsi seluas 408 meter persegi tersebut dapat menampung hingga 300 orang dengan cocktail setup dan dapat dibagi menjadi lima meeting room.

Crystal Room juga dilengkapi tiga videotron dan memiliki kapasitas hingga 250 orang untuk konfigurasi theatre. Fleksibilitas tersebut memungkinkan satu ruang digunakan untuk berbagai jenis kegiatan dengan skala peserta yang berbeda.

Sementara itu, hotel menawarkan pendekatan berbeda melalui Vertikal Function Room di lantai 11. Ruang meeting tersebut mengusung konsep daylight dan menawarkan panorama kawasan Sentul City.

Vertikal juga memiliki balkon serta area outdoor dengan konsep rooftop yang dapat digunakan untuk coffee break, networking session hingga intimate gathering. Konsep ini menjadi diferensiasi bagi hotel dalam menawarkan pengalaman meeting yang tidak hanya berlangsung di dalam ruangan.

Dorong Konsep Business and Leisure

Selain menggarap kebutuhan meeting, The Alana Hotel Sentul City mengembangkan konsep business and leisure untuk memperluas penggunaan fasilitas hotel setelah kegiatan bisnis selesai.

Hotel menyediakan 271 kamar serta fasilitas pendukung seperti swimming pool, kids’ club, fitness center, spa dan padel court. Fasilitas tersebut memungkinkan perusahaan menggabungkan kegiatan meeting dengan gathering ataupun corporate retreat.

Meirani mengatakan pihaknya ingin memastikan kegiatan korporasi tidak hanya berorientasi pada kelancaran acara, tetapi juga memberikan pengalaman bagi peserta.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap meeting tidak hanya berjalan dengan lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang nyaman dan berkesan bagi seluruh peserta. Dengan lokasi yang strategis dan suasana Sentul yang berbeda, kami berharap The Alana Hotel Sentul City dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang mencari venue untuk meeting, gathering maupun berbagai kegiatan korporasi lainnya,” katanya.

Dengan menggabungkan venue MICE, akomodasi dan fasilitas leisure dalam satu kawasan, The Alana Hotel Sentul City membidik perusahaan yang membutuhkan lokasi kegiatan korporasi dengan format lebih fleksibel.

Model tersebut juga membuka peluang bagi hotel untuk tidak hanya mengandalkan permintaan kamar, tetapi menangkap belanja korporasi melalui penyelenggaraan meeting, gathering dan kegiatan perusahaan yang membutuhkan ruang serta akomodasi sekaligus.

Editor : Huda 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *