Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Properti

Konektivitas Transportasi Jadi Penentu Baru Tingkat Hunian Perkantoran Jakarta

×

Konektivitas Transportasi Jadi Penentu Baru Tingkat Hunian Perkantoran Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Konektivitas dengan jaringan transportasi massal semakin menjadi faktor utama yang menentukan kinerja pasar perkantoran di Jakarta.

Di tengah tingginya tantangan mobilitas di kawasan Jabodetabek, perusahaan kini tidak lagi hanya mempertimbangkan harga sewa atau kualitas bangunan, tetapi juga kemudahan akses menuju lokasi kantor.

Berdasarkan pengamatan Office Services Colliers Indonesia, konektivitas gedung perkantoran yang terhubung dengan moda transportasi publik seperti MRT, LRT, KRL Commuter Line, dan TransJakarta menunjukkan tingkat okupansi yang lebih tinggi dibandingkan gedung yang tidak memiliki akses serupa.

Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo, mengatakan konektivitas telah berkembang menjadi elemen strategis yang memengaruhi nilai aset properti komersial.

“Konektivitas berperan dalam mentransformasi nilai aset real estat. Gedung kantor yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi menunjukkan daya tarik permintaan yang lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/6/2026).

Hasil pengamatan Colliers menunjukkan bahwa tingkat okupansi gedung perkantoran yang memiliki akses langsung ke MRT maupun LRT tercatat sekitar 8%-9% lebih tinggi dibandingkan gedung yang tidak terhubung dengan jaringan transportasi tersebut.

Fenomena ini menandakan bahwa aksesibilitas kini menjadi salah satu pertimbangan utama penyewa dalam menentukan lokasi kantor. Sinkronisasi antara simpul transportasi dan kawasan bisnis bahkan menciptakan nilai tambah tersendiri atau connectivity premium yang mampu meningkatkan daya saing suatu properti.

Manfaat konektivitas tidak hanya dirasakan dari sisi kemudahan perjalanan. Akses yang baik ke transportasi publik dinilai mampu meningkatkan produktivitas pekerja, mengurangi tingkat stres akibat perjalanan harian, serta mendukung retensi karyawan di tengah persaingan mendapatkan talenta terbaik.

Di sisi lain, gedung perkantoran yang berada di luar koridor utama transportasi dituntut untuk melakukan berbagai strategi adaptif agar tetap kompetitif.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menawarkan tarif sewa yang lebih menarik, menyediakan layanan shuttle menuju titik transit, meningkatkan kualitas fasilitas gedung, hingga menghadirkan opsi ruang kerja yang lebih fleksibel.

Colliers menilai perkembangan jaringan transportasi Jakarta ke depan akan semakin memperkuat peran aksesibilitas dalam menentukan keputusan penyewaan ruang kantor.

Dengan demikian, konektivitas tidak lagi dipandang sebagai fasilitas tambahan, melainkan telah menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah gedung perkantoran di ibu kota.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *