TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar properti nasional menunjukkan pergeseran arah pada pertengahan 2026. Ketidakpastian waktu pemindahan ibu kota negara membuat Jakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan investasi properti.
Sementara kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memasuki fase normalisasi setelah beberapa tahun terdorong sentimen pembangunan.
Laporan Flash Report Juni 2026 Rumah123 mencatat Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan kenaikan minat pencarian properti tertinggi secara nasional. Popularitas pencarian properti di kawasan tersebut naik 1% secara tahunan (year-on-year/YoY), disusul Jakarta Selatan sebesar 0,6% dan Jakarta Timur 0,2%.
Secara bulanan, Jakarta Barat mencatat pertumbuhan minat pencarian terbesar di wilayah Jabodetabek dengan kenaikan 1,2%, diikuti Jakarta Selatan sebesar 0,9% dan Jakarta Utara 0,6%.
Penguatan minat pasar terjadi setelah Mahkamah Konstitusi menegaskan Jakarta tetap berstatus sebagai ibu kota negara hingga diterbitkannya Keputusan Presiden terkait pemindahan ibu kota.
Di saat yang sama, pembangunan fisik IKN tetap berjalan dengan dukungan anggaran yang diproyeksikan hingga 2028.
VP Marketing Rumah123 Firman Pamungkas mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional masih sangat kuat meskipun agenda pembangunan IKN terus berjalan.
“Selama aktivitas bisnis, lapangan kerja, dan infrastruktur utama masih terkonsentrasi di Jakarta, permintaan properti akan tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/6/2026).
Tidak hanya dari sisi permintaan, harga rumah di Jakarta juga menunjukkan tren positif. Jakarta Pusat mencatat pertumbuhan median harga rumah tertinggi secara nasional untuk segmen rumah dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi.
Median harga rumah pada segmen tersebut mencapai Rp900 juta atau melonjak 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat terhadap hunian kompak di kawasan yang dekat dengan pusat bisnis dan fasilitas perkotaan.
Menurut Firman, pasar properti saat ini semakin rasional dengan keputusan pembelian yang lebih banyak didorong faktor fundamental seperti konektivitas, aksesibilitas, kualitas infrastruktur, serta potensi pertumbuhan nilai aset jangka panjang.
Di sektor komersial, fundamental pasar Jakarta juga tetap solid. Tingkat okupansi perkantoran di kawasan pusat bisnis (CBD) tercatat mencapai 76% dengan tarif sewa dasar rata-rata Rp212.000 per meter persegi per bulan.
Kondisi tersebut ditopang oleh tidak adanya tambahan pasokan gedung perkantoran baru pada kuartal I/2026 sehingga menjaga keseimbangan pasar dan stabilitas harga sewa.
Sementara itu, dinamika berbeda terjadi di kawasan penyangga IKN. Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU) mulai memasuki fase normalisasi setelah beberapa tahun menikmati lonjakan minat akibat sentimen pembangunan ibu kota baru.
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan pasar di wilayah tersebut kini bergerak menuju fase yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil.
Data Rumah123 menunjukkan proporsi pencarian properti di Balikpapan turun 0,4% secara tahunan. Penjualan rumah baru di kota tersebut bahkan merosot 55,6% pada kuartal I/2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan terbesar terjadi pada rumah tipe kecil yang turun 67%, diikuti rumah tipe besar sebesar 40,6% dan tipe menengah 19,1%.
Meski demikian, kualitas kredit properti menunjukkan perbaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar mulai didominasi pembeli yang memiliki kebutuhan hunian nyata dibandingkan investor spekulatif.
Berbeda dengan Balikpapan, Penajam Paser Utara masih menyimpan daya tarik investasi jangka panjang. Sebanyak 86,2% pencari properti di wilayah tersebut masih memburu tanah kosong, mencerminkan optimisme terhadap prospek kawasan inti IKN di masa mendatang.
“Koridor IKN tidak kehilangan daya tariknya. Yang terjadi saat ini adalah pergeseran karakter pasar dari fase yang didominasi ekspektasi menuju fase yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil,” kata Marisa.
Rumah123 menilai Jakarta dan IKN akan memainkan peran yang saling melengkapi dalam perkembangan pasar properti nasional. Jakarta diproyeksikan tetap menjadi pasar properti terbesar dan paling matang, sedangkan kawasan IKN berpotensi tumbuh sebagai pasar jangka panjang yang didukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi regional secara bertahap.
Editor : Huda


















