Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaNasional

Kemenekraf Gandeng Shopee Perluas Akses Pasar Digital bagi UMKM

×

Kemenekraf Gandeng Shopee Perluas Akses Pasar Digital bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, Jakarta — Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng Shopee Indonesia untuk memperluas akses pasar digital dan memperkuat pelatihan berbasis komunitas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

Kolaborasi tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam kegiatan laporan capaian pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic 2025 yang digelar di Trinity Tower, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurut Riefky, kemitraan ini menjadi bagian dari strategi memperluas pemanfaatan ekonomi digital sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan ekonomi rakyat melalui teknologi digital.

Baca Juga : Sinergi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop Dorong Aktivitas Ekonomi Digital pada Ramadan 2026

“Sebagaimana arahan Presiden, kami mengajak Shopee memperluas peran dalam membuka akses pasar digital serta pendampingan bagi UMKM, khususnya yang terdampak bencana, agar proses pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut juga dikaitkan dengan implementasi program EKRAF Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya, yang difokuskan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi pascabencana di wilayah Sumatra.

Jangkau Ribuan Peserta

Sepanjang 2025, program Emak-Emak Matic dan GenMatic telah menjangkau 2.637 peserta di delapan wilayah, yaitu Malang, Jakarta, Bogor, Solo, Balikpapan, Kediri, Bali, dan Tangerang.

Ke depan, Kemenekraf berencana memperluas program tersebut ke berbagai segmen masyarakat, termasuk komunitas pesantren melalui inisiatif Santri Matic, guna meningkatkan literasi digital dan kemampuan wirausaha di kalangan santri dan tenaga pendidik.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam menjalankan Asta Cita Presiden, khususnya untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif berbasis teknologi digital,” kata Riefky.

Dampak terhadap Kinerja UMKM
Program pelatihan tersebut juga menunjukkan dampak signifikan terhadap kinerja pelaku usaha digital.

Baca Juga : Kementerian UMKM Perkuat Klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan Lewat Holding UMKM

Berdasarkan data program, rata-rata komisi afiliator meningkat hingga delapan kali lipat, sementara pendapatan penjual tumbuh sekitar tiga kali lipat.

Selain itu, jumlah pesanan melalui layanan ShopeeFood meningkat sekitar 1,8 kali lipat, bahkan terdapat peserta yang mampu meningkatkan performa usahanya hingga 20 kali lipat.

Deputy Director Government Relations Shopee, Balques Manisang, mengatakan program Emak-Emak Matic dan GenMatic telah berjalan sejak awal 2025 dengan fokus meningkatkan literasi digital masyarakat.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Nilai ekonomi digital Indonesia meningkat lebih dari 40% pada periode 2021 hingga 2025 dan telah melampaui US$100 miliar dalam lima tahun terakhir. Kami akan terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi digital serta menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Kemenekraf dan Shopee juga memberikan apresiasi kepada sembilan peserta terbaik pada kategori penjual Shopee, merchant ShopeeFood, dan afiliator sebagai bagian dari penguatan ekosistem talenta ekonomi kreatif digital.

Turut hadir dalam kegiatan itu Director Shopee Indonesia Christin Djuarto dan Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita, serta jajaran Kemenekraf termasuk Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *