Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaNasional

Indonesia dan Korsel Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tenaga Kesehatan dan Karier Global

×

Indonesia dan Korsel Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tenaga Kesehatan dan Karier Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan Indonesia–Korea University Collaboration Seminar 2026 yang mempertemukan 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan dengan enam universitas asal Korea Selatan yang tergabung dalam Gangwon 7 College Consortium (G7CC).

Seminar yang berlangsung di Jakarta pada 31 Mei 2026 tersebut menjadi forum untuk memperluas kerja sama pendidikan, pertukaran akademik, pengembangan kurikulum, riset bersama, hingga pembukaan peluang karier internasional bagi tenaga kesehatan Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Albertus Yudha Poerwadi, mengatakan kolaborasi internasional menjadi faktor penting dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, kemitraan dengan universitas-universitas Korea Selatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membuka jalur baru pengembangan karier bagi tenaga kesehatan Indonesia dan menghasilkan lulusan yang kompetitif secara global,” ujarnya dalam seminar tersebut.

Saat ini, Kementerian Kesehatan memiliki 38 Poltekkes yang tersebar di berbagai daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, institusi tersebut telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra internasional di Jepang, Jerman, hingga negara-negara Timur Tengah melalui program mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas dosen, pelatihan bahasa, sertifikasi internasional, dan penempatan kerja luar negeri.

Ketua Gangwon 7 College Consortium, Hyun In Suk, menilai seminar ini menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan jangka panjang antara institusi pendidikan kesehatan kedua negara.

Ia mengatakan kolaborasi dapat diwujudkan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, program pendidikan bersama, hingga pengembangan riset yang mendukung peningkatan kualitas tenaga kesehatan.

Sementara itu, Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Anna Kurniati, mengungkapkan Korea Selatan telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam pengembangan SDM kesehatan.

Menurutnya, kerja sama kedua negara semakin diperkuat setelah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan menandatangani nota kesepahaman dengan KOICA untuk mendukung akreditasi internasional program studi kebidanan di sejumlah Poltekkes.

“Melalui seminar dan sesi konsultasi ini, kami berharap dapat membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan Poltekkes untuk mengembangkan karier internasional, termasuk di Korea Selatan,” kata Anna.

Dalam forum tersebut, perwakilan universitas Korea Selatan memaparkan berbagai program pendidikan yang berpotensi dikolaborasikan dengan Poltekkes. Diskusi juga mencakup pengembangan pendidikan keperawatan, caregiver, layanan perawatan jangka panjang (long-term care), hingga program persiapan bahasa bagi mahasiswa.

Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan menyusun tindak lanjut kerja sama yang lebih konkret. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang unggul, memperluas akses pendidikan internasional, serta meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di pasar kerja global.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *