TrenBisnis.co, JAKARTA — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM memberikan apresiasi kepada perempuan tangguh dari berbagai latar belakang profesi dalam peringatan Hari Kartini 2026.
Kegiatan bertema Kartini Masa Kini, DWP UMKM Peduli yang digelar di Jakarta pada Selasa (21/4) itu menghadirkan sosok-sosok perempuan inspiratif, mulai dari guru honorer, pengemudi ojek online, hingga pelaku usaha mikro yang berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat.

Penasihat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, mengatakan perempuan Indonesia saat ini merupakan representasi nyata semangat Kartini di era modern.
Baca Juga : ARTOTEL Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini Lewat Pemberdayaan Anak Disabilitas
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada perempuan-perempuan hebat yang hadir hari ini. Mereka adalah Kartini masa kini yang tetap tangguh dan produktif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, perempuan kini tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam sektor ekonomi, termasuk sebagai pelaku UMKM.
Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang untuk menguatkan peran perempuan dalam pembangunan,” katanya.
DWP mencatat, perempuan memiliki peran strategis dalam sektor UMKM. Sebanyak 64,5% UMKM di Indonesia dikelola perempuan, sementara 51,2% penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga berasal dari kalangan perempuan.
Baca Juga : Apresiasi Pengunjung di Hari Kartini, Inilah Harapan Shinta Selaku GM Solo Safari
Dalam kegiatan tersebut, DWP Kementerian UMKM juga memberikan penghargaan kepada 10 perempuan inspiratif dari berbagai bidang, termasuk pelaku UMKM dan pegiat sosial.
Beberapa penerima penghargaan antara lain Lista Hurustiati (Gerai Lengkong), Fetty Asmaniaty (Institut Pariwisata Trisakti), Betsy Monoarfa (Fiva Food), Dewi Meisari (ukmindonesia.id), hingga IIs Ismawaty (Yayasan Al-Madiniyah).
Tina menegaskan, perempuan merupakan pilar utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, sehingga dukungan terhadap pemberdayaan perempuan perlu terus diperkuat.
“Perempuan adalah fondasi dalam membangun generasi dan peradaban bangsa. Karena itu, penting bagi kita untuk terus mendorong pengembangan potensi perempuan,” pungkasnya.
Editor : Huda


















