TrenBisnis.co, JAKARTA — Transformasi digital dalam pengelolaan proyek konstruksi dinilai semakin mendesak di tengah meningkatnya kompleksitas pengembangan properti komersial di Indonesia.
Penggunaan sistem manajemen proyek berbasis digital disebut menjadi faktor penting untuk menjaga ketepatan waktu, efisiensi biaya, hingga kepercayaan investor.
Head of Project Management Colliers Indonesia Rahmat Daresa Alam mengatakan proyek properti saat ini tidak lagi hanya dinilai dari desain maupun lokasi, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan proyek secara keseluruhan.
“Proyek semakin dinilai dari seberapa baik pelaksanaannya, tepat waktu, sesuai anggaran, dan dengan akuntabilitas yang jelas. Oleh sebab itu, pengembang dan pemilik aset didorong untuk mengadopsi sistem manajemen konstruksi dan manajemen proyek digital guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan pengawasan proyek,” ujar Rahmat.
Menurut dia, masih banyak proyek konstruksi yang mengandalkan alur kerja terpisah, proses persetujuan berbasis dokumen fisik, hingga sistem pelaporan yang lambat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama hambatan pelaksanaan proyek di lapangan.
Dalam laporan terbaru bertajuk Traditional to Digital Project Management: Streamlined Workflows, Real-time Monitoring, Better Outcomes, Colliers menilai terdapat kesenjangan yang semakin lebar antara kompleksitas proyek properti modern dengan sistem manajemen proyek yang masih dilakukan secara manual.
Baca Juga: Properti Jakarta–Surabaya Masih Selektif di 2025, Colliers Prediksi Pemulihan 2026
Beberapa persoalan yang kerap muncul antara lain keterlambatan mendeteksi pembengkakan biaya, lambatnya proses persetujuan, serta terbatasnya visibilitas terhadap progres proyek secara real time.
Rahmat menjelaskan penggunaan perangkat lunak manajemen proyek dapat membantu memusatkan dokumentasi, proses persetujuan, dan pelaporan dalam satu sistem terpadu.
Dengan demikian, pengembang maupun pemilik aset dapat memperoleh visibilitas langsung terhadap anggaran, jadwal proyek, hingga proses pengambilan keputusan.
Meski demikian, dia menekankan bahwa teknologi bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan implementasi proyek digital.
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang jelas, serta dukungan tim manajemen proyek berpengalaman tetap menjadi elemen utama agar transformasi digital berjalan efektif.
“Keberhasilan implementasi bergantung pada kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang jelas, serta dukungan manajemen proyek yang berpengalaman untuk memastikan bahwa solusi digital diadopsi secara tepat dan selaras dengan tujuan proyek,” katanya.
Baca Juga : Dampak Konflik Iran–AS/Israel ke Properti di Indonesia, Waspadai Jalur Inflasi dan Suku Bunga
Colliers menilai dampak keterlambatan proyek tidak hanya berkaitan dengan efisiensi konstruksi, tetapi juga dapat memengaruhi nilai aset jangka panjang, strategi penyewaan, hingga tingkat kepercayaan investor.
Di tengah persaingan sektor properti komersial yang semakin ketat dan teregulasi, peralihan dari manajemen proyek tradisional menuju sistem digital kini dipandang sebagai kebutuhan strategis bagi pelaku industri properti.
Editor : Huda


















