Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Industri Wellness Indonesia Tumbuh Pesat, Bali Didorong Jadi Pusat Kesehatan Dunia

×

Industri Wellness Indonesia Tumbuh Pesat, Bali Didorong Jadi Pusat Kesehatan Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, DENPASAR — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Bali menjadi pusat industri wellness dan kecantikan dunia dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai sumber produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri wellness dan beauty berbasis bahan alami yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Bali.

Menurut Helvi, kekayaan hayati Indonesia yang mencapai lebih dari 30.000 spesies tanaman berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kecantikan, perawatan tubuh, terapi herbal, hingga layanan kebugaran.

“Potensi ini dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk tampil sebagai pusat wisata gaya hidup dan kesehatan kelas dunia,” ujarnya saat membuka Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Kamis (4/6/2026).

Dia menilai pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk mengombinasikan bahan alami lokal dengan inovasi dan teknologi modern guna menghasilkan produk yang memenuhi standar internasional.

Helvi menambahkan, perkembangan industri kecantikan nasional menunjukkan tren positif. Dalam beberapa tahun terakhir, merek kecantikan lokal menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat di kawasan Asia Tenggara, mencerminkan meningkatnya pengakuan terhadap kualitas produk Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, terdapat lebih dari 57 juta UMKM di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.689 unit usaha bergerak di sektor gaya hidup sehat dan kecantikan.

Sementara itu, nilai industri kosmetik nasional mencapai Rp35,6 triliun pada 2025. Adapun pasar kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp161 triliun pada periode yang sama.

Potensi ekonomi sektor wellness juga terus menguat. Indonesia tercatat sebagai pasar wellness economy terbesar ketujuh di kawasan Asia-Pasifik dengan nilai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2024.

Sepanjang periode 2019–2024, pasar wellness economy nasional tumbuh rata-rata 7,5% per tahun. Pada saat bersamaan, jumlah perusahaan kosmetik nasional meningkat sekitar 16%, dari 1.292 perusahaan pada 2024 menjadi 1.500 perusahaan pada 2025.

“Potensi ekonomi yang sangat besar ini merupakan peluang emas bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun internasional,” kata Helvi.

Perkuat Ekosistem Industri

Untuk memperkuat pengembangan sektor tersebut, Kementerian UMKM menjalankan sejumlah program pembinaan dan pendampingan, termasuk melalui platform SAPA UMKM dan program Holding UMKM.

Pemerintah juga menggandeng berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak guna memperkuat ekosistem usaha wellness dan beauty nasional.

Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Udayana serta perbankan Himbara diarahkan untuk memperkuat riset, inovasi, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Helvi turut mendeklarasikan pembentukan Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneur Association atau IWBEA, asosiasi yang mewadahi pelaku usaha sektor wellness dan beauty di Indonesia.

Menurutnya, asosiasi tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong inovasi, memperkuat penerapan standar industri, memperluas jejaring usaha, serta membangun kemitraan yang lebih kuat di seluruh rantai pasok industri.

“Kami berharap IWBEA dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong industri wellness dan beauty nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *