TrenBisnis.co, BEKASI — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan kolaborasi lintas komunitas sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Kementerian UMKM, Reghi Perdana, mengatakan kegiatan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang dan naik kelas.
“UMKM memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung,” ujarnya saat menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Kelompok UMKM Wira Pekerja di Gedung Juang Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu (30/5/2026).
Ia menambahkan bahwa, kegiatan berbasis komunitas seperti ini memberikan ruang nyata bagi pengusaha UMKM untuk berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, dan naik kelas.

Reghi menegaskan keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong keterlibatan aktif kelompok masyarakat, asosiasi, hingga komunitas dalam mendukung pengembangan sektor usaha mikro dan kecil.
Menurut dia, pendekatan kolaboratif tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai tanggung jawab bersama.
Pemilihan Gedung Juang Tambun sebagai lokasi penyelenggaraan bazar dinilai memiliki nilai simbolis. Selain dikenal sebagai salah satu situs bersejarah perjuangan bangsa, lokasi tersebut juga mencerminkan semangat perjuangan ekonomi melalui aktivitas produktif dan kreatif masyarakat.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Reghi menilai pelaku UMKM perlu terus beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, persaingan pasar yang semakin ketat, serta percepatan transformasi digital.
“Pelaku UMKM harus terus berinovasi dan memperkuat daya tahan usahanya agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika ekonomi saat ini,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu strategi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Ia mengajak pelaku UMKM memanfaatkan platform digital dan media sosial guna menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Terus semangat bekerja, berinovasi, dan manfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Mari memasarkan produk secara online agar memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain anggota DPRD Kabupaten Bekasi, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM daerah, serta unsur TNI dan kepolisian.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem UMKM yang kondusif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi lintas lembaga dan komunitas, Kementerian UMKM berharap akses pelaku usaha terhadap program pembinaan, pendampingan, pembiayaan, perluasan pasar, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia semakin terbuka.
Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi diharapkan mampu tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Editor : Huda


















