TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di industri perfilman melalui pembenahan manajemen produksi dan kolaborasi dengan lembaga edukasi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan fondasi utama penguatan industri kreatif dimulai dari tata kelola keuangan dan sistem kerja yang profesional di tingkat pelaku.
“Permasalahan mendasar pelaku kreatif saat ini adalah pemisahan keuangan pribadi dan proyek. Ini menjadi fondasi sebelum berbicara akses pembiayaan dan penguatan industri,” ujarnya dalam audiensi bersama Wahana Edukasi, Rabu (22/4/2026).
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari program SCENE yang berfokus pada pengembangan talenta perfilman berbasis kebutuhan industri. Dalam diskusi, salah satu tantangan utama yang disoroti adalah belum optimalnya manajemen produksi, termasuk peran strategis seperti line producer dan location manager.
Baca Juga : Kemenekraf Respons Kasus Amsal Sitepu, Siapkan Pedoman Jasa Kreatif
Menurut Irene, pendekatan berbasis data dan lokasi dapat menjadi langkah konkret untuk mempercepat penguatan industri. Saat ini, Indonesia dinilai belum memiliki basis data terpusat terkait lokasi syuting yang dapat dimanfaatkan bersama.
“Data lokasi yang terkurasi bisa langsung dimanfaatkan untuk produksi sekaligus menggerakkan ekonomi di sekitarnya,” jelasnya.
Kemenekraf juga mendorong penerapan model pembelajaran berkelanjutan melalui skema hybrid learning, yang menggabungkan materi digital dengan pendampingan (mentorship).
Skema ini dinilai berpotensi dikembangkan dengan model berlangganan (subscription) untuk menjaga keberlanjutan program.
Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi berbasis vokasi turut didorong guna menciptakan talenta siap kerja melalui integrasi teori dan praktik industri.
Sebagai langkah konkret, pemerintah membuka peluang pengembangan platform terpusat berbasis data untuk pemetaan lokasi syuting di Indonesia.
Baca Juga : Menekraf Dorong Digitalisasi Ekraf Promosikan Budaya Lokal
Platform tersebut dirancang sebagai one-stop system yang memudahkan pelaku industri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi produksi film.
Pembina Wahana Edukasi, Sigit Pratama, menilai penguatan manajemen produksi akan berdampak langsung pada kualitas proyek dan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif.
“Ketika production management diperkuat, dampaknya tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada ekosistem ekonomi kreatif secara keseluruhan,” ujarnya.
Ke depan, kolaborasi ini akan difokuskan pada pengembangan kurikulum berbasis praktik industri, khususnya untuk peran line producer dan location manager, serta pengembangan basis data lokasi syuting terintegrasi.
Editor : Huda


















