Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Gaya HidupKesehatan

Industri Kesehatan 2026 Makin Selektif, BMHS Fokus Kualitas dan Inovasi

×

Industri Kesehatan 2026 Makin Selektif, BMHS Fokus Kualitas dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, Jakarta — Memasuki 2026, industri kesehatan Indonesia bergerak ke fase yang semakin matang dan selektif. Pertumbuhan tidak lagi didorong oleh ekspansi agresif, melainkan oleh kemampuan penyedia layanan dalam menjaga kualitas layanan, keselamatan pasien, serta keberlanjutan jangka panjang.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus memperkuat sektor kesehatan melalui peningkatan alokasi anggaran APBN 2026 untuk mendukung program nasional seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), cek kesehatan gratis, revitalisasi fasilitas layanan, serta penanganan isu kesehatan prioritas.

Layanan NICU RSIA Bunda Jakarta (istimewa)

Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan akses layanan sekaligus mendorong kesiapan penyedia layanan dalam meningkatkan kapabilitas klinis.

President Director PT Bundamedik Tbk (BMHS – Bundamedik Healthcare System), Agus Heru Darjono, menilai bahwa diferensiasi industri kesehatan kini ditentukan oleh konsistensi kualitas layanan.

Baca Juga: RSU Bunda Jakarta Hadirkan Inovasi Robotic untuk Kanker Payudara, Simak Keunggulannya!

“Industri kesehatan memasuki fase yang semakin matang, di mana diferensiasi tidak lagi ditentukan oleh kecepatan ekspansi, melainkan konsistensi dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien. BMHS fokus mengembangkan layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan sesuai kebutuhan keluarga di setiap fase kehidupan,” ujar Agus.

Merespons meningkatnya kompleksitas kebutuhan medis, BMHS menjadikan pengembangan layanan medis tingkat lanjut sebagai fokus strategis.

Sepanjang 2025, BMHS menghadirkan layanan seperti transplantasi ginjal serta Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara, didukung penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi medis presisi.

Baca Juga : Primaya Hospital Tangerang Menambah Fasilitas Pelayanan Thalasemia

Di tengah tantangan peningkatan biaya operasional, BMHS tetap optimistis mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026 dengan menjaga profitabilitas dan arus kas yang sehat. Strategi ini dijalankan melalui optimalisasi aset eksisting dan penambahan kapasitas tempat tidur secara bertahap hingga 2027.

BMHS juga terus memperkuat layanan unggulan ibu dan anak sebagai fondasi continuity of care, salah satunya melalui layanan NICU RSIA Bunda Jakarta yang melayani rata-rata 250–300 bayi berisiko tinggi per tahun.

Melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, serta tata kelola dan perlindungan data yang solid, BMHS menegaskan arah pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *