Ekonomi BisnisUMKM

Pesta Retail 2026: 18 Tahun SRC Dorong UMKM Jadi Penopang Ekonomi Nasional

TrenBisnis.co, Bogor – Sampoerna Retail Community (SRC) menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM toko kelontong yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Pesta Retail 2026 di Bogor dan Yogyakarta, sekaligus memperingati 18 tahun perjalanan SRC.

Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada 7.000 toko SRC terpilih yang mewakili lebih dari 250.000 anggota SRC di seluruh Indonesia. Sejak berdiri, SRC berkembang menjadi ekosistem ritel tradisional terbesar yang berkontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto apresiasi toko SRC dalam Pesta Retail 2026 di Bogor (16/1). (Ist)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengapresiasi konsistensi PT HM Sampoerna Tbk. dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan UMKM. Menurutnya, SRC telah menjadi penopang penting perekonomian nasional dengan estimasi penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar satu juta orang.

Apresiasi serupa disampaikan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, yang menilai SRC memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas UMKM di tengah tantangan global dan percepatan digitalisasi.

Baca Juga : Kemitraan Ritel UMKM Berpotensi Dorong Transaksi Rp5,65 Triliun per Tahun

Program pendampingan SRC dinilai tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka akses UMKM ke ekosistem digital dan pasar yang lebih luas.

Sementara, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menyatakan bahwa SRC telah berkembang menjadi gerakan nasional yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, manajemen toko, dan literasi digital. Hingga kini, SRC didukung oleh 6.300 Mitra SRC dan 10.000 Paguyuban SRC di seluruh Indonesia, serta terintegrasi dalam ekosistem digital AYO by SRC.

Berdasarkan riset KG Media 2023, kehadiran SRC mendorong rata-rata peningkatan omzet toko hingga 42%, dengan hampir 90% toko telah terdigitalisasi. Selain itu, 77% anggota SRC mengembangkan lini usaha tambahan, sementara lebih dari separuh pemilik toko perempuan berperan sebagai tulang punggung keluarga.

Baca Juga : Sampoerna Perkuat Kemandirian Ekonomi Rakyat dalam Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025

Dari sisi makro, keseluruhan ekosistem SRC menghasilkan omzet sekitar Rp236 triliun per tahun, setara dengan 11,36% PDB ritel nasional. Sementara itu, aktivitas ekonomi Sampoerna tercatat menciptakan efek berganda sebesar Rp204,1 triliun per tahun atau sekitar 1% PDB nasional, sebagaimana tercantum dalam Riset Litbang Kompas 2025.

Capaian tersebut mempertegas bahwa penguatan UMKM toko kelontong bukan hanya berdampak di tingkat mikro, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *