Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tekno

Kementerian Ekraf Latih 100 Talenta Digital Kembangkan Aplikasi Berbasis AI

×

Kementerian Ekraf Latih 100 Talenta Digital Kembangkan Aplikasi Berbasis AI

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, BATAM — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat kapasitas 100 talenta digital melalui pelatihan pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Batam, Kepulauan Riau.

Program ini diarahkan untuk mendorong lahirnya aplikasi inovatif yang memiliki standar keamanan memadai dan mampu bersaing di pasar.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Creative Hub for App Talent (CHAT) 2026 yang digelar di Gedung Technopreneur, Politeknik Negeri Batam, Selasa (20/10/2026).

Peserta dibekali keterampilan pengembangan aplikasi menggunakan pendekatan vibe coding dan AI development untuk mempercepat proses pembuatan produk digital.

Materi pelatihan mencakup perancangan arsitektur solusi berbasis AI, konfigurasi teknis, integrasi katalog produk, pengembangan dasbor, hingga pengujian keamanan aplikasi.

Program CHAT 2026 diinisiasi Direktorat Aplikasi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, sebagai upaya memperluas penguasaan teknologi sekaligus meningkatkan kompetensi talenta digital di daerah.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam dua kelompok. Pelatihan pertama digelar di Kantor Balai Deteksi Sinyal Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Batam pada 19 Oktober 2026, dilanjutkan dengan kegiatan di Politeknik Negeri Batam pada 20 Oktober 2026.

Baca Juga :  By the River Film Festival Vol. 3 Dorong PIK 2 Jadi Ruang Interaksi Industri Kreatif

Pengembangan Aplikasi dan Keamanan Data

Dalam program ini, peserta mendapatkan pembelajaran melalui dua pendekatan utama, yakni Build dan Secure. Pendekatan Build berfokus pada kemampuan merancang dan mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan pengguna, sedangkan Secure menitikberatkan pada keamanan informasi dan keandalan sistem.

Kombinasi kedua aspek tersebut diharapkan dapat membantu pengembang menghasilkan aplikasi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu meminimalkan risiko terhadap data pengguna.

Pelatihan ini menghadirkan dua praktisi, yakni Husni Ali Baradja, dosen praktisi Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Andi Kurniawan, tenaga ahli vibe coding dan AI development. Keduanya mendampingi peserta dalam memahami materi sekaligus mempraktikkan proses pengembangan aplikasi.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, CHAT 2026 menjadi wadah pertemuan mahasiswa, pengembang aplikasi, komunitas teknologi, dan praktisi industri untuk bertukar pengetahuan serta menjajaki peluang kolaborasi.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, lima karya aplikasi terbaik akan dipilih untuk memperoleh apresiasi berdasarkan potensi dan kualitas pengembangannya.

Kementerian Ekraf menargetkan program ini dapat meningkatkan kemampuan talenta digital daerah dalam menghasilkan produk aplikasi yang bermanfaat, aman, dan kompetitif. Pemanfaatan AI juga diharapkan membuka peluang inovasi baru sekaligus memperkuat perkembangan subsektor aplikasi dalam industri ekonomi kreatif Indonesia.

Baca Juga :  Wujudkan Ekosistem Layanan UMKM Terpadu, Aplikasi SAPA UMKM Diluncurkan

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *