Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaNasional

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Starfindo untuk Perkuat Ekosistem Startup

×

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Starfindo untuk Perkuat Ekosistem Startup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) guna memperkuat ekosistem startup dan mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong para pelaku ekonomi kreatif naik kelas melalui kurasi, komersialisasi kekayaan intelektual (KI), serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Kementerian Ekraf memfokuskan 80% energinya sebagai akselerator bagi para pegiat ekraf, termasuk asosiasi startup seperti Starfindo yang telah berdaya untuk didorong ke level mandiri. Ini merupakan wujud filosofi ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bagi ekonomi nasional,” ujarnya dalam audiensi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui Direktorat Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekraf terus menjaring pelaku subsektor aplikasi untuk mendorong inovasi berkelanjutan. Meski mencatat pertumbuhan signifikan, subsektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, serta target kontribusi terhadap PDB dan ekspor.

Riefky menambahkan, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan Starfindo melalui program ASTA EKRAF, seperti Ekraf Data dan Ekraf Bijak. Namun, arah pengembangan dan target program perlu dirumuskan secara jelas agar dampak kolaborasi lebih optimal.

“Dengan pendekatan kolaboratif, dampaknya akan jauh lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Baca Juga : Berikut Langkah Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas

Di sisi lain, Starfindo yang berada dalam ekosistem Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berfokus pada percepatan adopsi teknologi melalui startup. Sejak 2018, program Startup4industry.id yang diinisiasi telah melahirkan sekitar 1.300 alumni dari berbagai bidang, termasuk artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan e-commerce.

Wakil Ketua Umum Starfindo, Hembang Nugraha, mengungkapkan pihaknya mengusulkan tujuh poin strategis dalam pertemuan tersebut. Poin tersebut mencakup kebijakan dan regulasi, bisnis dan pengadaan, pengembangan infrastruktur dan teknologi, akses pembiayaan dan investasi, pengembangan SDM dan ekosistem, ekspansi global dan branding nasional, serta kemudahan kolaborasi.

“Intinya adalah kemandirian teknologi. Kami berharap Kementerian Ekraf dapat memfasilitasi sinergi lintas kementerian, termasuk dengan Kemenperin, agar arah pengembangan startup nasional lebih terpadu,” ujarnya.

Baca Juga : Kementerian Ekraf – Sunway University Malaysia, Dorong Talenta Kreatif Tembus Pasar Global

Pertemuan juga membahas sejumlah isu strategis lainnya, seperti kebutuhan insentif fiskal, transparansi pengadaan pemerintah, penguatan pencatatan ekonomi digital, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi startup.

Starfindo berharap ekosistem startup nasional semakin menarik bagi venture capital sehingga mempermudah akses pendanaan, baik dari investor maupun perbankan. Hal ini dinilai penting mengingat karakteristik aset startup yang didominasi oleh aset tidak berwujud (intangible asset), namun memiliki potensi valuasi tinggi.

Kementerian Ekraf menyatakan akan menindaklanjuti berbagai usulan tersebut dengan mengkaji peluang implementasi secara bertahap melalui sinergi lintas sektor. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *