TrenBisnis.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai penguatan yang terjadi saat ini masih lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan perubahan fundamental yang signifikan.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan rebound yang terjadi di pasar saham domestik merupakan respons wajar setelah koreksi tajam. Namun, pergerakan tersebut mulai mendapatkan dukungan dari sejumlah indikator makro yang menunjukkan perbaikan.
“Penguatan yang terjadi saat ini masih didominasi oleh technical rebound. Namun, rebound tersebut bukan tanpa dasar karena mulai terlihat tanda-tanda bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia yang lebih tegas serta de-eskalasi ketegangan geopolitik turut membantu menstabilkan nilai tukar rupiah dan yield obligasi,” ujar Rully dalam keterangan tertulis Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pasar sebelumnya menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong kenaikan premi risiko Indonesia yang berdampak pada valuasi aset keuangan, termasuk pasar saham.
Rully menjelaskan keberlanjutan penguatan IHSG akan sangat ditentukan oleh arah pergerakan dua indikator utama yang menjadi perhatian investor, yakni nilai tukar rupiah dan yield obligasi pemerintah.
Dia menilai penurunan premi risiko berpotensi terjadi apabila rupiah mampu mempertahankan penguatan dan yield SBN tenor 10 tahun bergerak turun secara bertahap dari level puncaknya yang sempat berada di atas 7,3%.
“Jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN tenor 10 tahun turun secara bertahap menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun. Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham,” katanya.
Meski sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan, Mirae Asset menilai investor masih menunggu konfirmasi yang lebih kuat terkait keberlanjutan tren tersebut. Arus modal asing, lanjut Rully, hingga saat ini masih bergerak selektif di tengah ketidakpastian global dan arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan sentimen global, stabilitas pasar keuangan domestik, serta kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Keberhasilan menjaga stabilitas rupiah dan menurunkan yield obligasi dinilai menjadi faktor penting untuk memperkuat optimisme terhadap pasar keuangan Indonesia.
Seiring dengan itu, peluang penguatan IHSG secara lebih berkelanjutan dinilai akan semakin terbuka apabila penurunan risk premium Indonesia dapat berlangsung konsisten dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — WINGS Group Indonesia melalui merek perawatan tubuh GIV meluncurkan varian terbaru sabun…
TrenBisnis.co, JAKARTA — GAC Indonesia memperluas penetrasi kendaraan listrik di Sumatra Selatan dengan berpartisipasi dalam…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Pullman Jakarta Central Park memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi meeting, incentive,…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia, mengerahkan 660 unit kendaraan untuk mendukung…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Mal Ciputra Jakarta kembali menggelar CL Music Fest 2026 sebagai bagian dari…