TrenBisnis.co, JAKARTA — Persaingan di sektor pendidikan dinilai tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat atau ranking institusi. Di tengah perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), lembaga pendidikan dituntut membangun kepercayaan serta menghadirkan pengalaman belajar yang relevan bagi generasi masa depan.
Hal tersebut mengemuka dalam Executive Industry Roundtable bertajuk Beyond Rankings: Winning the Hearts of Future Students yang diselenggarakan MCorp di Philip Kotler Theater Class, MarkPlus Main Campus, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Group CEO MCorp Taufik mengatakan institusi pendidikan perlu mengubah pendekatan dalam membangun citra dan daya saing. Menurutnya, branding tidak lagi cukup mengandalkan reputasi akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan dampak nyata bagi peserta didik.
“Komunikasi menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif sekaligus membangun hubungan yang kuat dengan peserta didik,” ujar Taufik.
Dia juga menilai alumni memiliki peran strategis dalam memperkuat reputasi institusi. Pengalaman alumni dapat menjadi bukti nyata kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kepercayaan calon mahasiswa.
Vice Chancellor MarkPlus Institute, Dr. Jacky Mussry, menambahkan pendidikan harus dinilai secara menyeluruh, tidak hanya dari proses penerimaan mahasiswa hingga kelulusan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
Menurutnya, institusi pendidikan perlu membangun ekosistem yang mencakup kurikulum, teknologi, budaya belajar, mentoring, hingga pengembangan karier agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, jejaring, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.
Jacky juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri.
“Institusi pendidikan perlu terus bertransformasi agar pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi memberikan pengalaman yang relevan dengan dunia nyata,” katanya.
Sementara itu, BINUS Online Development Specialist sekaligus perwakilan Yayasan BINA NUSANTARA, Randy Hadipoespito, mengatakan penguasaan AI atau AI fluency kini menjadi kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa.
Menurut Randy, AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas sekaligus mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, dia menilai institusi pendidikan perlu menyediakan jalur pembelajaran (learning pathways) yang lebih fleksibel karena setiap mahasiswa memiliki latar belakang dan tujuan karier yang berbeda.
Dalam kesempatan yang sama, Founder & CEO Redea Institute & EcoSocioTech School, Antarina S.F. Amir, menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada masa depan.
Menurutnya, lembaga pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan kemampuan menjawab soal ujian, tetapi juga harus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia nyata, termasuk memanfaatkan teknologi dan AI secara bijak.
Melalui forum tersebut, MCorp mendorong transformasi institusi pendidikan agar tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian ranking, melainkan membangun kepercayaan, menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan bahwa strategi elektrifikasi perusahaan tetap berlandaskan…
TrenBisnis.co, TANGERANG — XPENG Indonesia memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk…
TrenBisnis.co, BEKASI — ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi bersama EIARTI kembali menghadirkan program seni…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi pelaku…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar…
TrenBisnis.co, TANGERANG — MG Motor Indonesia resmi meluncurkan SUV hybrid terbarunya, MG ZS Hybrid+, pada…