TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar investasi properti komersial di kawasan Asia Pasifik menunjukkan pemulihan yang semakin kuat pada paruh pertama 2026.
Nilai investasi tercatat mencapai US$105 miliar pada semester I/2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2022 seiring kembalinya arus modal lintas negara dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek kawasan.
Berdasarkan laporan Asia Pacific Capital Markets Snapshot H1 2026 yang dirilis oleh Colliers, peningkatan aktivitas investasi didorong oleh kombinasi likuiditas pasar yang membaik, transparansi, serta prospek pertumbuhan jangka panjang di kawasan Asia Pasifik.
Mengacu pada data MSCI Real Capital Analytics (RCA), Jepang menjadi tujuan investasi terbesar dengan nilai transaksi mencapai US$25,3 miliar sepanjang semester I/2026. Sementara itu, Australia membukukan investasi sebesar US$15,8 miliar.
Di sisi lain, Singapura mencatatkan performa paling menonjol dengan nilai transaksi mencapai US$14,1 miliar, melampaui total investasi sepanjang 2025.
Managing Director, Capital Markets Asia Pacific Colliers, Theo Novak, mengatakan capaian semester pertama tahun ini menjadi titik balik penting bagi pasar investasi properti di Asia Pasifik.
“Investor semakin percaya bahwa Asia Pasifik mampu menawarkan likuiditas, transparansi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Modal kini kembali mengalir ke sektor-sektor tradisional seperti perkantoran, ritel, dan industri, di saat yang sama tetap memburu tema pertumbuhan baru seperti pusat data,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Di Indonesia, Managing Director Colliers Indonesia, Mike Broomell, menilai minat investor terhadap aset berkualitas masih cukup tinggi.
Menurutnya, pada semester II/2026 aktivitas investasi diperkirakan akan semakin luas meski investor tetap bersikap selektif dengan fokus pada aset perkantoran premium, fasilitas kesehatan, serta properti yang memiliki pendapatan stabil dan operator yang kredibel.
Jepang, Australia, dan China Dominasi Investasi
Laporan tersebut menunjukkan investasi masih terkonsentrasi di pasar-pasar dengan likuiditas tinggi dan partisipasi investor institusional yang kuat.
Selain Jepang dan Australia, China turut menjadi kontributor utama dengan nilai transaksi mencapai US$27,5 miliar pada semester I/2026. Meski demikian, aktivitas di China masih didominasi investor domestik, sementara investor asing lebih banyak melakukan divestasi aset.
Sektor Perkantoran Masih Menjadi Primadona
Berdasarkan jenis aset, sektor perkantoran tetap menjadi tujuan investasi terbesar dengan nilai US$40,2 miliar.
Selanjutnya, sektor ritel membukukan investasi sebesar US$26,7 miliar, disusul sektor industri dan logistik senilai US$22,8 miliar.
Sementara itu, pusat data (data center) semakin mengukuhkan posisinya sebagai tema investasi baru dengan nilai transaksi mencapai US$6,7 miliar sepanjang semester pertama tahun ini.
Modal Asing Kembali Menguat
Colliers juga mencatat peningkatan signifikan investasi lintas negara. Porsi pembeli asing mencapai 35,9% dari total akuisisi properti di Asia Pasifik pada semester I/2026, meningkat dibandingkan 26% pada 2023.
Selain itu, jumlah pembeli lintas negara juga melampaui penjual, menandakan investor global kembali menjadi pembeli bersih (net buyer) aset properti di kawasan Asia Pasifik.
Tren tersebut menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap prospek pasar properti Asia Pasifik terus menguat, didukung kondisi pasar yang semakin likuid serta peluang pertumbuhan di sektor-sektor utama seperti perkantoran, logistik, ritel, hingga pusat data.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, TANGERANG SELATAN — Komunitas OK OCE ISOMA Tangerang Selatan menggelar pelatihan public speaking bagi…
TrenBisnis.co, TANGERANG — Lexus Indonesia resmi meluncurkan The All-New Lexus ES pada ajang GAIKINDO Indonesia…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT JETOUR Motor Indonesia menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung dalam ajang GAIKINDO…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Persaingan di sektor pendidikan dinilai tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat atau…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan bahwa strategi elektrifikasi perusahaan tetap berlandaskan…
TrenBisnis.co, TANGERANG — XPENG Indonesia memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk…