Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Event

EDRR Indonesia 2026 Soroti Penguatan Ketahanan Bencana Lewat Konferensi hingga Business Matching

×

EDRR Indonesia 2026 Soroti Penguatan Ketahanan Bencana Lewat Konferensi hingga Business Matching

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA – Pameran B2B internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 di JIEXPO Kemayoran tidak hanya menghadirkan teknologi dan peralatan mitigasi bencana, penyelamatan, serta kondisi darurat, tetapi juga menggelar rangkaian program strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat nasional.

Selama tiga hari penyelenggaraan dari tanggal 12 hingga 14 Agustus 2026, pameran tersebut menghadirkan konferensi, seminar teknis, forum industri, pelatihan, hingga business matching yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta mitra internasional.

Project Director Seven Event Sri Vista Limbong mengatakan rangkaian program tersebut dirancang untuk menjadikan EDRR Indonesia 2026 tidak sekadar sebagai ajang pameran produk dan teknologi.

“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan inovasi dan teknologi terkini, tetapi juga hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif,” ujar Vista.

Menurutnya, berbagai konferensi, seminar, dan workshop yang digelar selama pameran diharapkan dapat mempertemukan pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, menyelaraskan standar keselamatan, serta membangun kerja sama dalam memperkuat ketahanan bencana Indonesia.

Pada hari pertama, program EDRR Indonesia 2026 mengangkat sejumlah isu terkait kebijakan riset nasional, inovasi transisi energi, dan keselamatan kerja.

Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Perindustrian, EDRR menghadirkan pembahasan mengenai arah kebijakan riset nasional dan inovasi transisi energi.

Agenda lainnya yakni Seminar Keselamatan Kerja (iSafety) bertema Building Disaster-Resilient Workplaces. EDRR juga memfasilitasi Foreign Trade Cooperation Signing dengan produsen energi hijau dan kendaraan darurat.

Selain itu, terdapat sesi teknis mengenai rantai pasok kendaraan listrik, penyediaan daya darurat, serta aturan investasi lintas negara bersama TC Group dan Bank of China.

Fokus Peringatan Dini dan Teknologi Pemadam

Memasuki hari kedua, Kamis (13/8/2026), agenda EDRR Indonesia 2026 berfokus pada penguatan sistem peringatan dini dan pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan kebakaran.

Salah satu agenda utama membahas Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), termasuk pemanfaatan Impact-Based Forecast BMKG dalam sistem peringatan dini nasional.

Pembahasan juga mencakup pemantauan berbagai ancaman bencana, penyebaran informasi darurat melalui jaringan seluler atau cell broadcast, komunikasi risiko, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Aspek inklusivitas turut menjadi perhatian melalui pembahasan mengenai kesiapsiagaan masyarakat yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan anak.

Di hari yang sama, EDRR Indonesia 2026 menghadirkan Sesi Khusus Kerja Sama Industri Medis G60 Indonesia–Tiongkok. Agenda ini mencakup peresmian komite ekspor, shared manufacturing base, serta penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Sementara itu, Forum Pemadam Kebakaran Cerdas & Keselamatan Industri mengangkat isu digitalisasi pengadaan alat keselamatan, standar pelayanan pemadam kebakaran, serta mitigasi risiko kebakaran baterai kendaraan listrik.

Forum tersebut juga membahas penggunaan drone untuk penanganan kebakaran di gedung tinggi dan kawasan hutan, serta pemanfaatan sensor pintar dan AI untuk mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran.

Angkat Keselamatan Maritim dan Pelatihan

Pada hari terakhir, Jumat (14/8/2026), rangkaian program EDRR Indonesia 2026 diarahkan pada isu kemanusiaan, keselamatan wilayah laut, serta peningkatan kemampuan praktis dalam menghadapi kondisi darurat.

Bekerja sama dengan UN-OCHA, EDRR menggelar agenda dalam rangka World Humanitarian Day. Selain itu, terdapat pelatihan basic life support dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan serta pelatihan CPR atau pijat jantung yang bekerja sama dengan MER-C Indonesia.

Di panggung utama, EDRR juga menggelar Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan. Forum ini membahas pembaruan sistem pencarian dan pertolongan atau SAR nasional, pemanfaatan drone untuk mengangkut logistik darurat ke pulau-pulau terluar, serta perkembangan teknologi kapal penyelamat.

Aspek keberlanjutan turut masuk dalam agenda melalui pembahasan penggunaan energi ramah lingkungan untuk transportasi laut.

Business Matching Perluas Kolaborasi Industri

Selain konferensi dan forum, EDRR Indonesia 2026 juga menyediakan program business matching yang berlangsung sepanjang tiga hari pameran.

Program ini mempertemukan penyedia teknologi, produsen peralatan keselamatan, instansi pemerintah, serta pelaku industri kebencanaan dari dalam dan luar negeri.

Melalui business matching, para peserta dapat menjajaki peluang kerja sama di bidang investasi, alih teknologi, hingga pengadaan solusi kesiapsiagaan dan tanggap darurat.
Dengan kombinasi pameran teknologi dan program berbasis pengetahuan tersebut, EDRR Indonesia 2026 diarahkan menjadi platform kolaborasi untuk mempertemukan kebutuhan penanggulangan bencana dengan inovasi serta solusi industri.

“Melalui rangkaian konferensi, seminar, dan workshop selama tiga hari, kami ingin menghubungkan para pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga mitra internasional untuk saling bertukar pengetahuan, menyelaraskan standar keselamatan, dan membangun kerja sama nyata demi memperkuat ketahanan bencana di Indonesia,” pungkas Vista.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *