Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Event

PROJEK-D Vol.5 Hadirkan 23 Line-Up di De Tjolomadoe

×

PROJEK-D Vol.5 Hadirkan 23 Line-Up di De Tjolomadoe

Sebarkan artikel ini

Karanganyar — Festival musik PROJEK-D Vol.5 digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026), dengan menghadirkan 23 line-up lintas genre dalam satu hari.

Mengusung tema “Sehidup Separty”, gelaran edisi kelima ini menggunakan empat panggung, yakni Maduswara, Wirama, Sriwedari, dan Guyonlaaah. Selain pertunjukan musik, penyelenggara menghadirkan komedi sebagai bagian dari rangkaian acara.

Rangkaian acara dimulai pada siang hari melalui penampilan Hindia di panggung Maduswara. Ia membawakan sejumlah lagu, antara lain “Evaluasi” dengan aransemen khusus, “Besok Mungkin Kita Sampai”, “semua lagu cinta terdengar sama”, “kids”, hingga “everything u are”.

Hindia mengatakan penampilan pada siang hari memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pertunjukan yang biasa ia jalani.

“Senang banget bisa tampil siang hari karena sudah lama nggak perform siang-siang,” ujar Hindia.

Project Director PROJEK-D Vol.5, Rumpoko Hadi, mengatakan pembagian pertunjukan ke dalam empat panggung memberikan pilihan bagi penonton untuk menyaksikan musisi dan hiburan sesuai preferensi.

“Dengan kehadiran empat panggung sekaligus, penonton memiliki kebebasan penuh untuk menentukan alur menyaksikan musisi favorit mereka dan menikmati beragam hiburan yang kami hadirkan,” kata Rumpoko.

Panggung Wirama kemudian diisi oleh Lealona x Many West, Barmy Blokes x CATZY, dan Mess In Balance. Mess In Balance merupakan band pemenang CEKSON PROJEK-D Vol.5.

Adapun panggung Sriwedari menghadirkan The Jeblogs melalui special showcase set “Sambutlah Di PROJEK-D”. Sementara itu, panggung Guyonlaaah menghadirkan komika Farid & Anggito.

Memasuki malam, sejumlah penampil mengisi panggung utama Maduswara. Down For Life tampil bersama Ical 510 dan Cholil Efek Rumah, disusul .Feast & Company yang membawakan “Kelelawar”, “Komodifikasi”, dan “Tarian Penghancur Raya”.

FSTVLST menjadi penampil penutup di panggung Maduswara dengan membawakan “Rock Jelek” dari album Paradoks Diametral.

Di panggung Sriwedari, Nadhif Basalamah tampil dengan repertoar bernuansa mellow. Penampilan berikutnya diisi Alkateri dan Rumahsakit.

Rumahsakit membawakan sejumlah lagu seperti “Panasea”, “Sandiwara Semu”, dan “Pop Kinetik”, serta single terbaru “Yang Tak Sama”.

Sementara itu, panggung Wirama pada malam hari diisi LIPS!!, Det-Plag Lust, Poris, dan Moluccan Soul. Moluccan Soul menjadi penampil terakhir di panggung tersebut dengan membawa nuansa musik Indonesia Timur.

Panggung Guyonlaaah yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo juga berlanjut hingga malam melalui penampilan Faiz, Rizky, dan Coki Anwar.

Project Manager PROJEK-D Vol.5, Data Pratama, mengapresiasi penonton serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh penonton dan pihak yang telah mendukung PROJEK-D Vol.5. Kami sangat mengapresiasi penonton yang hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara dari siang hingga malam,” ujar Data.

PROJEK-D Vol.5 didukung BRImo sebagai Official Banking Partner, serta Dengar Kota, Floridina, Mie Sedaap, dan Nescafé sebagai Supported By.

Gelaran PROJEK-D Vol.5 berakhir pada Sabtu malam dengan rangkaian pertunjukan di empat panggung. Festival ini mempertemukan musisi lintas genre, komunitas, serta pertunjukan komedi dalam satu rangkaian acara di De Tjolomadoe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *