Ekonomi Bisnis

Brand Elektronik Catat Lonjakan Penjualan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop

TrenBisnis.co, JAKARTA — Sejumlah brand elektronik mencatat pertumbuhan penjualan signifikan hingga 200% selama kampanye Tokopedia Super Brand Day Ramadan 2026.

Lonjakan ini didorong oleh strategi pemasaran berbasis konten serta dukungan ekosistem terintegrasi antara Tokopedia dan TikTok Shop.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp96,7 triliun pada Februari 2026. Tren ini menunjukkan semakin kuatnya peran konten digital dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.

Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan sinergi kedua platform memungkinkan pelaku usaha mengonversi interaksi berbasis konten menjadi transaksi nyata.

Baca Juga : Sinergi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop Dorong Aktivitas Ekonomi Digital pada Ramadan 2026

“Integrasi ekosistem membantu brand menjangkau konsumen secara lebih efektif, sekaligus menciptakan pengalaman #JualanNyaman dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).

TCL manfaatkan insight untuk dorong penjualan
TCL Indonesia mencatat peningkatan jumlah pesanan sebesar 175% dan nilai transaksi naik 212% selama kampanye berlangsung.

Kinerja ini ditopang oleh peluncuran sejumlah produk TV terbaru, termasuk seri 55V6D AI 4K HDR Google TV.

Perusahaan memanfaatkan data dari pusat penjual terintegrasi untuk membaca tren pasar, khususnya pada kategori home appliances seperti televisi dan kulkas.

Sementara itu, vivo Indonesia mencatat lonjakan transaksi hingga 259%. Strategi yang diterapkan mencakup peluncuran produk baru seperti vivo V70 Series dan iQOO 15R, serta kolaborasi dengan POP MART.

Head of E-Commerce vivo Indonesia, Kevin Aditya Riyanto, menyebut integrasi fitur seperti live streaming dan Seller Center berperan penting dalam meningkatkan visibilitas dan konversi penjualan.

Baca Juga : Kementerian UMKM Gandeng E-commerce Pasarkan Produk UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

Selain itu, perusahaan juga memperkuat operasional dengan memperluas kapasitas gudang di Jakarta dan Surabaya serta menghadirkan layanan pengiriman instan.

Sedangkan, Simplus membukukan peningkatan penjualan sebesar 122% dengan fokus pada produk bernilai tinggi seperti dehumidifier dan air purifier.

CEO Simplus, Jack, mengatakan strategi multi-channel melalui video pendek dan sesi live terbukti efektif dalam meningkatkan trafik dan konversi.

“Tokopedia & TikTok Shop Seller Center membantu kami #JualanNyaman dengan mempermudah positioning produk untuk meraih hasil maksimal. Lewat pusat penjual terintegrasi ini, kami lebih mudah melakukan riset pasar dan menentukan fitur atau program yang efektif untuk mendorong penjualan. Fitur pembuatan video di TikTok juga mempermudah kami melakukan promosi,” ujar Jack.

Pendekatan ini diperkuat dengan komitmen layanan, seperti garansi tukar produk selama satu tahun, yang turut meningkatkan loyalitas pelanggan hingga hampir 20.000 pengikut.

Model pertumbuhan bisnis berbasis konten
Ketiga brand tersebut menjadi bagian dari studi kasus Tokopedia dan TikTok Shop yang menyoroti efektivitas strategi berbasis konten dalam mendorong pertumbuhan bisnis di platform e-commerce.

Dengan dukungan ekosistem terintegrasi serta jaminan produk asli dan gratis ongkir di kanal “Mall”, kedua platform menargetkan peningkatan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat tren social commerce di Indonesia. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *