Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi BisnisUMKM

Kementerian UMKM Gandeng E-commerce Pasarkan Produk UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

×

Kementerian UMKM Gandeng E-commerce Pasarkan Produk UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng sejumlah platform e-commerce untuk membuka akses pasar bagi produk UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui fitur landing page UMKM Bangkit.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kolaborasi ini bertujuan mendorong pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana dengan memasarkan langsung produk UMKM kepada masyarakat luas.

“Lewat layanan belanja produk, kita pasarkan produk-produk dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat bisa membeli dan menggerakkan kembali ekonomi daerah terdampak bencana,” ujar Maman di Jakarta, Senin (26/1).

Baca Juga : Kementerian UMKM Resmikan Klinik UMKM Bangkit di Sumbar

Landing page UMKM Bangkit telah diluncurkan di Shopee dan Tokopedia sejak 26 Januari 2026, sementara Lazada dijadwalkan menyusul pada 29 Januari 2026. Program ini juga melibatkan TikTok Shop sebagai kanal promosi produk UMKM.

Berdasarkan data Kementerian UMKM, hingga 18 Januari 2026 terdapat 34.030 UMKM di tiga provinsi tersebut yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.018 UMKM mengalami kendala serius dalam akses pasar sehingga berpotensi menghambat keberlangsungan usaha.

Melalui landing page UMKM Bangkit, pemerintah memfasilitasi promosi produk terkurasi dari sektor fesyen, makanan dan minuman, gaya hidup, serta kerajinan tangan yang berasal dari 3.321 UMKM.

Baca Juga : Kementerian UMKM Libatkan ADKASI Perkuat Penyaluran KUR di Daerah

Selain promosi, program ini juga mencakup business matching, konsultasi, pendampingan pemasaran, serta dukungan pelatihan dari platform e-commerce.

Maman menambahkan, program UMKM Bangkit direncanakan berlangsung selama dua tahun sebagai bentuk afirmasi pasar bagi UMKM terdampak bencana. Pemerintah juga mengajak masyarakat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi daerah melalui pembelian produk UMKM lokal.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik menuturkan, sinergi antara pemerintah dan platform digital diharapkan mampu menjadi solusi bagi UMKM yang masih berproduksi namun kehilangan akses pasar pascabencana.

“Kami sepakat mendorong promosi produk UMKM dari tiga provinsi sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan,” kata Riza.

Ke depan, Kementerian UMKM berharap kolaborasi ini tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga mendorong transformasi UMKM agar lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *