Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Prodia Tebar Dividen Rp144 Miliar, Rombak Struktur Manajemen Usai RUPST 2025

3
×

Prodia Tebar Dividen Rp144 Miliar, Rombak Struktur Manajemen Usai RUPST 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar 70% dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Nilai dividen tersebut mencapai lebih dari Rp144 miliar atau setara Rp162,68 per saham.

Keputusan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah kinerja yang tetap solid sepanjang tahun lalu. Rasio pembayaran dividen tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Example 300x600

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris guna memperkuat struktur organisasi dan mendorong akselerasi pertumbuhan bisnis.

Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang telah disetujui dalam RUPST tahun 2025:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama:    Andi Widjaja
Komisaris :    Gunawan Prawiro Soeharto
Komisaris :    Endang Wahjuningtyas Hoyaranda
Komisaris :    Dewi Muliaty
Komisaris Independen :    Keri Lestari
Komisaris Independen  :    Lukas Setia Atmaja

Direksi

Direktur Utama :    Liana Kuswandi
Direktur Keuangan & Keberlanjutan  :    Marina Eka Amalia
Direktur Komersial & Kemitraan  :    Indriyanti Rafi Sukmawati
Direktur Solusi Terintegrasi & Diagnostik  :    Andri Hidayat
Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia & Organisasi  :    Ida Zuraida

Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan efisiensi dan integrasi organisasi.

“Perubahan ini diharapkan membuat perusahaan lebih lincah dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin menantang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Sepanjang 2025, Prodia mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain peluncuran 38 tes baru serta pengembangan layanan Next Generation Laboratory melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC). Perseroan juga memperluas jaringan menjadi 402 outlet yang tersebar di 34 provinsi.

Tak hanya itu, ekspansi kemitraan internasional turut diperluas hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste. Transformasi digital juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, tercermin dari peningkatan lebih dari 70% secara tahunan pada jumlah unduhan aplikasi U by Prodia.

Prodia juga mulai masuk ke layanan terapi regeneratif melalui akuisisi 30% saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi bisnis berbasis precision medicine.

Memasuki 2026, perseroan akan fokus mengembangkan layanan precision medicine melalui klinik spesialis seperti stem cell clinic serta autoimmune dan longevity clinic.

Selain itu, volume tes esoterik dan layanan diagnostik kompleks seperti genomik dan multiomics juga akan terus ditingkatkan.

Direktur Keuangan dan Keberlanjutan Prodia, Marina Eka Amalia, menegaskan bahwa perseroan akan mengedepankan pengembangan layanan berbasis kebutuhan pasar dengan dukungan pengelolaan investasi yang terarah.

“Ekspansi dilakukan secara selektif untuk memastikan terciptanya nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Kemitraan, Indriyanti Rafi Sukmawati, menyebut perseroan terus mengoptimalkan layanan, termasuk melalui revitalisasi cabang serta peningkatan kapabilitas untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Dengan kombinasi transformasi manajemen, inovasi layanan, serta penguatan tata kelola perusahaan, Prodia optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri layanan kesehatan berbasis diagnostik di Indonesia.

Editor : Huda

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *