Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kreatif Jakarta Melalui Kolaborasi Global

×

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kreatif Jakarta Melalui Kolaborasi Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat pengelolaan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) sebagai strategi meningkatkan nilai ekonomi karya dan memperluas akses ke pasar global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan kreativitas perlu diposisikan sebagai aset ekonomi yang dapat dilindungi dan dikembangkan melalui berbagai model bisnis, mulai dari lisensi hingga adaptasi lintas media.

“Pekerjaan rumah kita saat ini adalah menjembatani praktik kreatif dengan ekonomi kreatif. Kreator perlu melihat karya mereka sebagai aset IP yang dapat dilindungi, dikembangkan, dan dikomersialisasikan melalui berbagai peluang bisnis seperti lisensi, merchandise, maupun adaptasi lintas media,” ujarnya dalam sesi panel Jakarta-Berlin Creative Collaboration pada Jakarta Future Festival 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Irene, Jakarta tengah berada dalam momentum pertumbuhan ekonomi kreatif yang ditandai dengan meningkatnya jumlah komunitas kreatif, lahirnya talenta baru, serta semakin banyak karya lokal yang mampu menembus pasar internasional.

Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, dibutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kreator dengan pasar, investor, dan jaringan internasional.

Dia menilai festival, komunitas, dan ruang kolaborasi memiliki peran strategis sebagai infrastruktur ekonomi kreatif yang dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Melalui ruang kolaboratif tersebut, peluang bisnis, kerja sama lintas sektor, hingga akses pasar global dapat terbentuk.

“Kementerian Ekraf hadir sebagai enabler dan connector bagi para pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Forum Jakarta-Berlin Creative Collaboration merupakan hasil kolaborasi antara AsiaBerlin dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut pembahasan kerja sama yang sebelumnya dilakukan Kementerian Ekraf dan AsiaBerlin terkait perluasan akses pasar internasional, pertukaran talenta kreatif, serta penguatan jejaring ekonomi kreatif antara Jakarta dan Berlin.

Dalam kesempatan yang sama, Director of Market Management visitBerlin, Ralf Ostendorf, menilai kemitraan kreatif antarkota dapat menjadi katalis bagi lahirnya inovasi dan peluang ekonomi baru.

“Kreativitas tumbuh ketika sebuah kota memberikan ruang bagi keberagaman, kolaborasi, dan inovasi. Melalui kemitraan Jakarta-Berlin, kami melihat peluang besar untuk mempertemukan talenta kreatif dari kedua kota dan menciptakan nilai bersama yang berdampak secara global,” ujarnya.

Selain diskusi panel, agenda tersebut juga menghadirkan Urban Green Goods Design Competition Presentation yang menampilkan karya desainer dalam merancang maskot dan merchandise yang merepresentasikan identitas kreatif Jakarta dan Berlin sebagai kota kembar (sister city).

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi para desainer untuk mengembangkan karya berbasis narasi lokal sekaligus memperkuat pertukaran ide dan perspektif kreatif antara kedua kota.

Turut hadir dalam forum tersebut Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, serta AsiaBerlin Ambassador sekaligus CEO dan Co-Founder Hi Incubator, Daniel Tumewu.

Melalui kolaborasi internasional tersebut, Kementerian Ekraf berharap momentum pertumbuhan ekonomi kreatif di Jakarta dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan memiliki daya saing global.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *