Ekonomi Bisnis

Wealth Wisdom 2026: Permata Bank Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 –5,3 Persen

TrenBisnis.co, JAKARTA — Permata Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 –5,3 persen pada 2026–2027 di tengah ketidakpastian geopolitik, fragmentasi perdagangan global, dan persaingan teknologi Amerika Serikat (AS) dengan China.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menilai ketahanan ekonomi domestik, efektivitas kebijakan fiskal dan moneter, serta peningkatan investasi produktif menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan eksternal.

Proyeksi tersebut disampaikan dalam kelas Navigating Indonesia’s Next Chapter pada rangkaian Wealth Wisdom 2026 yang diselenggarakan Permata Bank di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup kuat meskipun kondisi global belum sepenuhnya kondusif,” ujar Josua dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Menurut Josua, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, perlambatan ekonomi China, serta perubahan pola perdagangan internasional berpotensi memengaruhi Indonesia melalui pergerakan pasar keuangan, harga energi, suku bunga global, dan kinerja perdagangan.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Indonesia perlu memperkuat sumber pertumbuhan domestik melalui optimalisasi belanja pemerintah, peningkatan produktivitas, dan reformasi struktural. Implementasi kebijakan yang efektif juga diperlukan agar investasi produktif dapat memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian.

Bagi pelaku usaha dan investor, kondisi tersebut menuntut perencanaan yang matang, pengelolaan risiko secara disiplin, dan orientasi investasi jangka panjang.

Geopolitik dan Kredibilitas Indonesia

Selain prospek ekonomi, dinamika geopolitik menjadi faktor yang memengaruhi posisi Indonesia dalam menarik investasi dan memperluas kerja sama internasional.

Founder & Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal menilai Indonesia memiliki peluang memperkuat hubungan diplomatik dengan berbagai negara sekaligus mempertahankan fleksibilitas kebijakan luar negeri sesuai kepentingan nasional.

Dino menekankan pentingnya kredibilitas dan konsistensi diplomasi untuk menjaga posisi Indonesia di tengah perubahan tatanan global. Dalam konteks tersebut, ASEAN dinilai menjadi pijakan strategis untuk memperkuat kerja sama regional dan menjaga kepentingan bersama.

“Bagi Indonesia, ASEAN adalah pijakan yang tidak bisa ditawar. Ketika kita membawa nama Indonesia sekaligus ASEAN, kredibilitas dan relevansi kita menjadi semakin kuat,” kata Dino.

Penguatan hubungan regional dan kepercayaan internasional dinilai turut mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi kerja sama ekonomi dan investasi jangka panjang.

AI Buka Peluang Investasi di Asia

Sementara itu, Head of Investments Eastspring Al-Wara’ Investments, Lai Eu-Roy menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan perubahan rantai pasok global sebagai faktor yang semakin relevan dalam menentukan prospek investasi di Asia.

Pertumbuhan industri AI membuka peluang pada sektor manufaktur teknologi, infrastruktur digital, dan pusat data. Korea Selatan dan Thailand, misalnya, memiliki keterkaitan dengan rantai pasok AI melalui sektor manufaktur, sedangkan pengembangan pusat data di Indonesia menjadi salah satu area yang perlu dicermati investor.

“Perkembangan perdagangan global di sektor AI akan menjadi salah satu faktor penting bagi pasar Asia,” ujar Lai.

Menurutnya, daya tarik investasi suatu negara tidak hanya ditentukan oleh fundamental ekonomi domestik, tetapi juga oleh posisinya dalam rantai pasok global dan perkembangan teknologi.

Investor karena itu perlu memperhatikan keterkaitan ekonomi antarnegara, arah perkembangan industri, dan risiko pasar sebelum menentukan alokasi aset sesuai tujuan serta jangka waktu investasi.

Lai juga menyoroti konsultasi MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia. Perkembangan tersebut kembali menempatkan transparansi, tata kelola, dan kepercayaan investor sebagai aspek penting dalam meningkatkan daya saing pasar modal domestik.

Edukasi Investasi di Tengah Ketidakpastian

Pembahasan mengenai geopolitik, ekonomi, dan teknologi tersebut menjadi bagian dari Wealth Wisdom 2026, program edukasi keuangan tahunan Permata Bank yang memasuki penyelenggaraan ke-12.

Mengusung tema Finding Balance, Building Resilience dan semangat Growing Together Through Changes, program tersebut bertujuan memperluas pemahaman nasabah mengenai perkembangan ekonomi, kebijakan, serta arus investasi global.

Permata Bank menilai pemahaman terhadap perubahan global diperlukan agar nasabah dapat menimbang peluang pertumbuhan kekayaan sekaligus mengantisipasi risiko finansial.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Paviliun Raden Saleh Hadirkan Menu Nostalgia Lewat Program A Taste of Home

TrenBisnis.co, JAKARTA — Rasa masakan rumahan menjadi inspirasi Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, dalam menghadirkan…

19 menit ago

PEVS 2026 Hadirkan Lebih dari 38 Merek, Perluas Ekosistem Kendaraan Listrik

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pameran kendaraan listrik PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 akan menghadirkan lebih…

35 menit ago

ARTOTEL Harmoni Jakarta Perbarui Konsep Hotel, Padukan Seni Kontemporer dan Budaya Tionghoa

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Harmoni Jakarta memperkuat posisinya di pasar perhotelan ibu kota melalui peremajaan…

14 jam ago

Tatag Bintara Yudha Soroti Ketergantungan UMKM pada Platform Digital

TrenBisnis.co, JAKARTA — Ketergantungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap platform digital dinilai berpotensi…

24 jam ago

Kementerian UMKM Gelar Jambore Kumitra di Kalsel, Sasar Akses Pembiayaan dan Pasar

TrenBisnis.co, BANJARMASIN — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat akses pembiayaan, kemitraan, dan…

2 hari ago

BFGoodrich KO3 Tempuh 630 Km Lintasi Thailand-Laos, Uji Ketangguhan di Medan Off-Road

TrenBisnis.co, JAKARTA — BFGoodrich menguji kemampuan ban All-Terrain T/A KO3 melalui perjalanan lintas negara sejauh…

3 hari ago