Waspada Tren Hidup Sehat Instan, Ahli Ingatkan Risiko yang Kerap Terabaikan

TrenBisnis.co, JAKARTA — Tren gaya hidup sehat kian populer di kalangan pekerja urban, mulai dari diet viral hingga berbagai tantangan olahraga. Namun, di balik popularitas tersebut, risiko kesehatan justru meningkat akibat penerapan yang tidak tepat dan minim pemahaman.

Fenomena ini diperparah oleh maraknya infodemic, yakni banjir informasi kesehatan yang tidak selalu akurat, baik di ruang digital maupun lingkungan sehari-hari.

World Health Organization (WHO) turut menyoroti penyebaran informasi yang menyesatkan sebagai tantangan serius dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Akibatnya, banyak individu dengan mobilitas tinggi terjebak dalam tren kesehatan instan yang tidak berkelanjutan dan berpotensi berdampak negatif dalam jangka panjang.

Baca Juga : Data Allianz: Pergeseran Risiko Banjir Ancam Aset Masyarakat

Merespons kondisi tersebut, Allianz Indonesia menghadirkan inisiatif wellbeing bertepatan dengan momentum World Health Day bertema “Together for Health, Stand with Science”. Inisiatif ini mendorong penerapan gaya hidup sehat yang realistis dan berbasis bukti ilmiah.

Chief People & Culture Allianz Life Indonesia Nina Hatumena menegaskan bahwa kesehatan seharusnya tidak menjadi prioritas terakhir. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Dalam sesi edukasi, publik figur sekaligus wellness enthusiast Melanie Putria mengingatkan bahwa aktivitas harian seperti berjalan atau naik tangga tergolong Non-Exercise Physical Activity (NEPA), yang belum dapat menggantikan olahraga terstruktur.

Ia menekankan empat pilar utama gaya hidup sehat, yakni olahraga, nutrisi, istirahat dan pemulihan, serta manajemen stres.

Sementara itu, Nutritionist & Health Expert Itsbuah, Rinta Agustiani Dwiputra, menilai tantangan terbesar saat ini bukan kurangnya informasi, melainkan kesalahan dalam memilah informasi yang tepat.

Ia mencontohkan tren diet ekstrem yang dapat memicu efek yoyo, yaitu penurunan berat badan drastis yang diikuti kenaikan kembali dalam waktu singkat, bahkan berisiko lebih tinggi.

Baca Juga : 5 Tips Hidup Sehat, Inspirasinya di Garrya Bianti Yogyakarta

Beberapa tren yang perlu dicermati antara lain very low-calorie diet yang berpotensi mengurangi massa otot, diet keto yang berisiko jika tinggi lemak jenuh tanpa pengawasan, serta juice fasting yang harus dilakukan dengan komposisi dan durasi tepat.

Sebagai alternatif, pendekatan sederhana dinilai lebih efektif jika dilakukan konsisten. Hal ini mencakup pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur berkualitas, hingga kebiasaan micro-break dan power nap untuk menjaga produktivitas.

Lebih lanjut, pendekatan berbasis sains juga mencakup upaya pencegahan seperti imunisasi. Data WHO menunjukkan bahwa imunisasi telah menyelamatkan sekitar 154 juta nyawa dalam 50 tahun terakhir.

Hal ini menegaskan bahwa di tengah maraknya tren kesehatan, intervensi berbasis bukti tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya di usia produktif. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Swiss-Belhotel Dorong Wisata Domestik Selama Agustus Melalui Promo “Merdeka Escape”

TrenBisnis.co, JAKARTA — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Swiss-Belhotel International meluncurkan program…

3 jam ago

Lexus Pamerkan The All-New ES dan Konsep Luxury Experience di GIIAS 2026

TrenBisnis.co, TANGERANG — Lexus Indonesia tidak hanya memamerkan jajaran kendaraan premium di Gaikindo Indonesia International…

8 jam ago

Pasar Industri Greater Jakarta Bertahan di Tengah Iklim Investasi yang Lebih Selektif

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar properti industri di Greater Jakarta masih menunjukkan ketahanan pada kuartal II/2026…

9 jam ago

TikTok Shop Perkuat Ekosistem Fesyen Lokal di IFW 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — TikTok Shop by Tokopedia memanfaatkan ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 untuk…

17 jam ago

Palmeera Lounge Ubah Pengalaman Transit dengan Sentuhan Hospitality

TrenBisnis.co, TANGERANG — Pertumbuhan jumlah jamaah umrah asal Indonesia mendorong perubahan strategi pelaku industri pendukung…

1 hari ago

MG Perluas Jaringan Purna Jual, Siapkan Satellite Workshop di Sejumlah Kota

TrenBisnis.co, JAKARTA — MG Motor Indonesia memperkuat strategi layanan purna jual dengan memperluas jaringan servis…

2 hari ago