TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Hanwha Life Insurance Indonesia menargetkan pendapatan premi sebesar Rp322,8 miliar pada 2026, meningkat sekitar 9,4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp295,15 miliar.
Target tersebut didukung kinerja perusahaan pada semester I/2026. Hanwha Life mencatat pendapatan premi Rp172,29 miliar hingga Juni 2026, tumbuh 18,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp144,96 miliar.
CFO Hanwha Life Indonesia, Kim Si Jun, mengatakan realisasi tersebut telah mencapai sekitar 53% dari target pendapatan premi sepanjang tahun ini.
“Hanwha Life berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus tersebut telah membuahkan hasil yang konkret,” ujar Kim dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Sebagai pembanding, pendapatan premi Hanwha Life pada 2025 tercatat Rp295,15 miliar, naik 16,7% dari Rp252,95 miliar pada 2024.
Selain pertumbuhan premi, perusahaan juga memperkuat kondisi keuangan. Pada semester I/2026, total aset Hanwha Life mencapai Rp2,19 triliun, naik dari Rp2,14 triliun pada akhir 2025.
Adapun rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) tercatat sebesar 1.958,03% pada semester I/2026. Angka tersebut berada jauh di atas batas minimum RBC perusahaan asuransi yang ditetapkan regulator sebesar 120%.
Kim mengatakan penguatan fundamental menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mengelola risiko. Langkah tersebut mencakup penguatan tata kelola, efisiensi operasional, disiplin underwriting, optimalisasi portofolio, serta pengelolaan risiko dan solvabilitas.
Untuk mencapai target pertumbuhan pada 2026, Hanwha Life menjalankan tiga strategi utama. Pertama, perusahaan memperkuat layanan berbasis digital bagi nasabah dan tenaga pemasar.
Transformasi digital dilakukan melalui pengembangan aplikasi dan integrasi kanal digital, termasuk pada proses pengajuan polis, layanan klaim, serta aktivitas agen dan tenaga pemasar.
Perusahaan juga memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses bisnis. Salah satunya melalui AI FA yang ditujukan untuk mendukung produktivitas tenaga pemasar. Teknologi AI juga mulai diterapkan pada fungsi underwriting dan klaim untuk meningkatkan efisiensi serta akurasi proses.
Strategi kedua dilakukan melalui diversifikasi produk. Hanwha Life mengembangkan produk asuransi yang mencakup proteksi tradisional, produk berbasis investasi, kesehatan dan penyakit kritis, perlindungan jangka panjang, hingga asuransi digital.
Salah satu produk terbaru yang diluncurkan adalah Hanwha Tropical Shield, yang memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit tropis, seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya.
Sementara itu, strategi ketiga diarahkan pada perluasan kemitraan strategis dengan perbankan, institusi keuangan, dan komunitas. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan penetrasi produk asuransi.
“Kami akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan risiko, serta ketahanan finansial,” kata Kim.
Hanwha Life Insurance Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 2013 dan merupakan bagian dari Hanwha Group, salah satu kelompok usaha besar asal Korea Selatan. Perusahaan menyebut telah melayani sekitar satu juta nasabah di Indonesia.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, Jakarta - Ada promo menarik buat traveler yang sedang mencari hotel di kawasan Kemayoran,…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif tidak selalu harus dilakukan melalui program besar.…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Aston Kemayoran Hotel melanjutkan layanan shuttle gratis menuju Jakarta International Expo (JIExpo)…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Tim China, Guang Xi Xing Lion Troupe of Ting County, keluar sebagai…
TrenBisnis.co, BEKASI — Malam minggu tak selalu harus dihabiskan di pusat keramaian. Bagi yang ingin…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk…