TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan perubahan pola permintaan pada kuartal III/2026. Setelah beberapa tahun didominasi relokasi dan efisiensi penggunaan ruang, sejumlah perusahaan kini mulai membutuhkan tambahan ruang kantor untuk mendukung ekspansi bisnis.
Colliers Indonesia memproyeksikan permintaan ruang kantor di Jakarta sepanjang 2026 mencapai 198.555 meter persegi (m²). Proyeksi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas penyewaan, meskipun pemulihan pasar perkantoran belum berlangsung merata.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan kebutuhan ruang tambahan mulai terlihat pada perusahaan yang memperoleh proyek baru maupun mengalami peningkatan aktivitas bisnis.
“Setelah beberapa tahun didominasi oleh penyesuaian kebutuhan ruang, kini mulai terlihat sejumlah perusahaan yang melakukan ekspansi, di samping aktivitas relokasi dan perpindahan ke gedung dengan kualitas lebih baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Menurut Ferry, perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar perkantoran. Namun, perluasan kebutuhan ruang masih perlu dicermati untuk memastikan apakah tren ekspansi dapat mendorong penyerapan bersih (net absorption) secara berkelanjutan.
Pasalnya, sebagian besar transaksi penyewaan saat ini masih berasal dari perpindahan penyewa antargedung, sehingga belum seluruhnya menghasilkan tambahan ruang kantor yang terisi di pasar.
Hunian Gedung Premium Lebih Tinggi
Dari sisi tingkat hunian, pasar perkantoran di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) Jakarta mencatat okupansi sekitar 76,3% pada kuartal III/2026.
Kinerja gedung berkualitas tinggi relatif lebih baik. Tingkat hunian gedung Grade A mendekati 78%, sedangkan gedung Premium hampir mencapai 84%. Bahkan, sejumlah gedung Premium telah membukukan tingkat hunian di atas 90%.
Kondisi tersebut memberikan posisi tawar lebih kuat bagi pemilik gedung Premium dalam mempertahankan tarif sewa dan mengurangi insentif bagi calon penyewa.
Sebaliknya, gedung dengan tingkat kekosongan tinggi masih harus bersaing melalui penyesuaian harga, pemberian insentif, serta penawaran ketentuan sewa yang lebih fleksibel.
Colliers memperkirakan tingkat kekosongan ruang kantor di Jakarta akan turun dari 25,7% pada akhir 2026 menjadi 21,1% pada 2029. Meski demikian, perbaikan pasar diperkirakan berlangsung bertahap dengan kinerja yang berbeda di setiap kelas gedung.
Penyewa Mulai Pertimbangkan Nilai dan Efisiensi
Di tengah dinamika tersebut, preferensi perusahaan dalam memilih kantor juga mengalami perubahan. Selain lokasi, akses transportasi, dan kualitas bangunan, penyewa kini semakin memperhitungkan manfaat keseluruhan yang diperoleh dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan.
Pertimbangan tersebut mencakup kualitas pengelolaan gedung, penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), kelengkapan fasilitas, kesiapan ruang, kebutuhan penataan interior, hingga total biaya selama masa sewa.
Tren flight-to-quality atau perpindahan ke gedung dengan kualitas lebih baik juga mulai berkembang menjadi flight-to-value. Artinya, perusahaan tidak hanya mencari gedung yang lebih modern, tetapi turut mempertimbangkan kesesuaian antara peningkatan kualitas ruang kerja dan tambahan biaya yang harus ditanggung.
Di sejumlah lokasi, selisih tarif sewa antarkelas gedung yang relatif kecil membuat perpindahan ke gedung berkualitas lebih tinggi menjadi pilihan yang tetap rasional secara bisnis.
Selain itu, permintaan terhadap ruang kantor siap pakai atau yang telah dilengkapi furnitur dan penataan interior juga meningkat. Pilihan tersebut dinilai dapat menekan kebutuhan investasi awal sekaligus mempercepat proses operasional perusahaan setelah relokasi.
Meski demikian, kesesuaian tata ruang dengan jumlah karyawan, pola kerja, dan kebutuhan operasional tetap menjadi faktor penting sebelum perusahaan mengambil keputusan.
Head of Project Management Colliers Indonesia Rahmat Alam mengatakan perusahaan perlu menyusun strategi pemanfaatan ruang kantor berdasarkan data dan kebutuhan bisnis.
“Strategi penataan ruang kerja berbasis data dapat membantu perusahaan merencanakan kebutuhan kantornya secara lebih tepat, dengan mempertimbangkan masukan karyawan, data penggunaan ruang, serta kebutuhan bisnis,” katanya.
Pendekatan tersebut relevan bagi perusahaan yang merencanakan relokasi, perpanjangan kontrak sewa, penggabungan ruang kantor, renovasi, maupun penambahan karyawan.
Ekspansi Jadi Penentu Pemulihan Pasar
Colliers memperkirakan pasar perkantoran Jakarta masih berpeluang mencatat perbaikan secara bertahap hingga 2027. Namun, keberlanjutan pemulihan tidak cukup hanya diukur dari besarnya transaksi penyewaan.
Peningkatan permintaan yang berasal dari ekspansi usaha menjadi salah satu indikator penting untuk mendorong penyerapan ruang kantor secara lebih kuat.
Bagi penyewa, kondisi pasar saat ini masih memberikan peluang untuk melakukan relokasi, meningkatkan kualitas ruang kerja, maupun menegosiasikan kembali ketentuan sewa sebelum persaingan memperoleh ruang di gedung berkualitas semakin ketat.
Sementara itu, pemilik gedung perlu menyesuaikan strategi berdasarkan tingkat hunian dan karakteristik masing-masing properti. Gedung Premium dengan okupansi tinggi berpeluang memperkuat posisi tawar dalam menentukan tarif sewa.
Adapun gedung dengan tingkat kekosongan yang masih tinggi perlu meningkatkan daya saing melalui kualitas layanan, penawaran ruang siap pakai, serta fleksibilitas kontrak untuk menarik penyewa.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA – PT Bahana Sekuritas meraih dua penghargaan dalam ajang TOP Human Capital Awards…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Bank Mandiri menggandeng Visa menghadirkan Visa Presents Livin’ MARKT 2026 dengan melibatkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA – Pameran industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B), SIAL Food & Drinks…
TrenBisnis.co, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan produk asuransi jiwa PRUProsper berbasis…
TrenBisnis.co, JAKARTA – Potensi keluarnya dana asing hingga 11 miliar Dolar AS membayangi pasar saham…
TrenBisnis.co, JAKARTA – Aston Kemayoran City Hotel memperkuat layanan akomodasi bagi pelaku bisnis dan pengunjung…