TrenBisnis.co, JAKARTA – Pasar apartemen di Indonesia pada kuartal pertama (Q1) 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil, namun dengan perilaku konsumen yang semakin selektif.
Berdasarkan riset Colliers Indonesia, pasokan baru apartemen pada Q1 2026 tercatat sebanyak 192 unit, atau sekitar 10% dari total pasokan sepanjang tahun ini.
Sekitar 60% pasokan baru masih terkonsentrasi di Jakarta Selatan, yang tetap menjadi kawasan favorit pengembangan, khususnya di area CBD.
Berdasar data Colliers, harga apartemen berada di kisaran Rp36,2 juta per meter persegi dan masih relatif stabil tanpa perubahan signifikan.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai kondisi pasar saat ini berada dalam fase penyesuaian. Ia menyebut ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah turut berdampak pada rantai pasok material konstruksi yang tentunya akan ada penyesuaian harga apartemen.
“Developer saat ini cenderung lebih berhati-hati. Mereka menahan ekspansi dan fokus pada penyerapan inventori yang ada. Hal ini terlihat dari penurunan signifikan pasokan baru dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Ferry dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, potensi kenaikan harga diperkirakan mulai terjadi pada paruh kedua 2026.
“Tekanan biaya konstruksi dan mendekatnya penyelesaian proyek akan menjadi pendorong kenaikan harga, meskipun saat ini masih relatif stabil,” jelasnya.
Dari sisi permintaan, aktivitas transaksi pada Q1 2026 mengalami tekanan akibat faktor musiman, terutama periode liburan awal tahun.
Pola ini disebut sebagai tren tahunan, di mana penyerapan biasanya meningkat signifikan menjelang akhir tahun, khususnya pada kuartal keempat.
Perubahan perilaku konsumen juga semakin terlihat, terutama dalam preferensi terhadap unit siap huni.
“Sekitar 60% penjualan saat ini berasal dari unit ready stock. Konsumen cenderung mencari kepastian dan menghindari risiko proyek yang masih dalam tahap pembangunan,” ungkap Ferry.
Sementara itu, pembelian unit dalam tahap konstruksi masih didominasi oleh konsumen kelas atas dengan daya beli lebih kuat.
Secara keseluruhan, pasar apartemen masih berada dalam fase penyesuaian. Pasokan tahunan bahkan diperkirakan turun hingga 80% dibandingkan periode 2020–2025. Untuk periode 2026–2029, total pasokan baru diproyeksikan hanya sekitar 3.100 unit.
Pengembangan ke depan tetap difokuskan pada segmen menengah dengan harga sekitar Rp25 juta per meter persegi serta segmen menengah atas di kisaran Rp34 juta per meter persegi.
Ferry menilai, insentif pemerintah masih menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pasar.
“Program PPN DTP 100% memberikan kepastian bagi konsumen dan cukup membantu mendorong transaksi, terutama di tengah kondisi pasar yang masih selektif,” katanya.
Hingga Q1 2026, tercatat sekitar 206.000 unit telah terserap, dengan proyeksi tambahan sekitar 2.000 unit hingga akhir tahun.
Dari sisi pembiayaan, tren penggunaan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) juga meningkat seiring stabilnya suku bunga acuan Bank Indonesia.
“Pembeli saat ini didominasi oleh end-user. Minat investor cenderung menurun, sehingga apartemen lebih banyak dibeli untuk dihuni, bukan semata investasi,” pungkasnya. (*)
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…
TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi transformasi Kampung Mrican…
TrenBisnis.co. JAKARTA — EJ Sport, produk sports nutrition dari Kalbe Consumer Health, memperkuat perannya dalam…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Asosiasi…