Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi BisnisFinansial

Tagihan Rumah Sakit Bisa Tembus Ratusan Juta,  Pentingnya Proteksi Kesehatan

×

Tagihan Rumah Sakit Bisa Tembus Ratusan Juta,  Pentingnya Proteksi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Meningkatnya biaya layanan kesehatan menjadi salah satu risiko finansial yang perlu diantisipasi masyarakat. Tanpa perlindungan yang memadai, tagihan rumah sakit akibat penyakit serius dapat menguras tabungan hingga memaksa keluarga menjual aset untuk membiayai pengobatan.

Kondisi tersebut nyaris dialami Ronald, peserta Prudential Syariah, yang sempat menjalani perawatan intensif akibat terpapar Covid-19 varian Delta pada masa pandemi.

Ronald harus dirawat selama hampir dua pekan, termasuk di ruang intensive care unit (ICU), dengan total biaya pengobatan mencapai sekitar Rp500 juta.

Beruntung, seluruh biaya perawatan tersebut ditanggung oleh Prudential Syariah sesuai ketentuan polis sehingga keluarganya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

“Awalnya istri saya sempat panik dan khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, bahkan sampai terpikir untuk menjual aset. Untungnya, tenaga pemasar Prudential Syariah menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung perusahaan,” ujar Ronald

Pada 2022, Ronald kembali menjalani perawatan setelah mengalami gangguan pada empedu saat melakukan perjalanan dinas. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memutuskan melakukan operasi karena kondisi empedu telah pecah.

Biaya pengobatan saat itu mencapai sekitar Rp150 juta dan kembali ditanggung melalui fasilitas perlindungan kesehatan yang dimilikinya.

Ronald mengatakan pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya mengenai pentingnya memiliki proteksi kesehatan sejak dini. Menurutnya, perlindungan kesehatan tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi seluruh anggota keluarga ketika menghadapi risiko kesehatan.

Dia juga menilai pendampingan tenaga pemasar berperan penting dalam proses klaim, mulai dari membantu administrasi di rumah sakit hingga memberikan kepastian mengenai manfaat perlindungan yang diterima peserta.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Gautama mengatakan perusahaan berkomitmen memberikan perlindungan berbasis prinsip syariah melalui konsep saling tolong-menolong (ta’awun) antarpeserta.

“Ketenangan keluarga adalah amanah yang kami jaga. Melalui prinsip saling melindungi dan tolong-menolong, proteksi bukan hanya menjadi ikhtiar finansial, tetapi juga wujud kepedulian yang menghadirkan ketenangan jiwa dan keberkahan bagi masa depan keluarga,” kata Vivin.

Menurut perusahaan, sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 300.000 peserta.

Pembayaran klaim tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan finansial ketika peserta menghadapi risiko kehidupan.

Prudential Syariah juga menyebut saat ini didukung sekitar 67.000 tenaga pemasar di seluruh Indonesia untuk memberikan pendampingan kepada peserta, termasuk dalam proses pengajuan klaim dan layanan perlindungan.

Pengalaman Ronald menjadi ilustrasi bahwa risiko kesehatan dapat terjadi tanpa diduga. Di tengah tren kenaikan biaya layanan kesehatan, kepemilikan proteksi dinilai menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga dari beban pengeluaran medis yang besar.

Jika diperlukan, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dengan gaya khas Bisnis.com yang lebih fokus pada data industri asuransi, nilai klaim, dan implikasinya terhadap literasi keuangan masyarakat.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *