Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Risiko Global Mereda, Mirae Asset Sekuritas: Investor Diminta Waspadai Tantangan Domestik

×

Risiko Global Mereda, Mirae Asset Sekuritas: Investor Diminta Waspadai Tantangan Domestik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Kendati demikian, investor masih perlu mewaspadai tantangan domestik serta arah kebijakan moneter global yang diperkirakan tetap memengaruhi pergerakan pasar hingga akhir tahun.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan pasar masih dibayangi ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Federal Funds Rate (FFR) saat ini berada di level 3,75% dan diproyeksikan naik masing-masing 25 basis poin pada September dan Desember hingga mencapai 4,25% pada akhir tahun.

Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 direvisi menjadi 3,1% dari sebelumnya 3,3%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di kisaran 5,0%, sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 5,1%.

“Meredanya risiko geopolitik memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun membuat kondisi moneter global masih cenderung ketat sehingga volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi,” ujar Rully dalam Media Day Mirae Asset Sekuritas bertajuk Fear vs Fundamentals: Where Is Indonesia Really Headed?, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, perhatian investor kini beralih ke sejumlah faktor domestik, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah, kondisi fiskal, hingga meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi twin deficit setelah neraca transaksi berjalan dan neraca finansial sama-sama melemah pada kuartal I/2026.

“Ke depan, pemulihan pasar Indonesia akan sangat ditentukan oleh kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik. Karena itu, investor perlu tetap berfokus pada fundamental dan lebih selektif dalam menentukan strategi investasinya,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih menilai sektor poultry menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati.

Ia mengatakan konsumsi daging ayam di Indonesia yang baru mencapai sekitar 8,6 kilogram per kapita masih jauh di bawah Malaysia sebesar 32,9 kilogram dan Vietnam sebesar 16,7 kilogram sehingga ruang pertumbuhannya masih terbuka lebar.

Menurut Andreas, prospek industri poultry juga ditopang oleh peningkatan konsumsi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan kuota impor grand parent stock (GPS), serta implementasi program culling yang dinilai mampu menjaga keseimbangan pasokan.

“Kami melihat sektor poultry memasuki fase yang lebih menarik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Dengan pasokan yang lebih terkendali dan permintaan yang terus bertumbuh, profitabilitas industri berpotensi meningkat sehingga membuka peluang investasi yang menarik bagi investor,” ujar Andreas.

Sementara itu, Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan menilai diversifikasi menjadi strategi utama bagi investor dalam menghadapi volatilitas pasar. Menurutnya, alokasi investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, serta kebutuhan likuiditas.

“Diversifikasi membantu investor mengelola risiko sekaligus tetap menangkap peluang investasi di berbagai kondisi pasar. Dengan memilih kombinasi instrumen yang tepat sesuai profil risiko, investor dapat membangun portofolio yang lebih seimbang untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang,” kata Francisca.

Untuk mendukung diversifikasi tersebut, Mirae Asset Sekuritas memperluas pilihan produk investasi melalui platform M-FUND dengan menghadirkan Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF) Kelas A.

Produk reksa dana syariah pendapatan tetap itu berinvestasi pada sukuk negara dan sukuk korporasi serta menyasar investor dengan profil risiko moderat hingga konservatif.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *