TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkuat layanan Wealth Management untuk menjawab kebutuhan investor yang semakin beragam di tengah kondisi pasar modal yang semakin selektif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis Mirae Asset Sekuritas dari pendekatan product-centric menuju client-centric, dengan menempatkan kebutuhan dan tujuan finansial nasabah sebagai dasar dalam penyusunan solusi investasi.
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan kondisi pasar saat ini membuat investor perlu semakin selektif dalam menentukan strategi investasi.
“Ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, tetapi dengan profil risiko yang semakin berimbang. Perhatian investor akan semakin bergeser pada kualitas pertumbuhan dan konsistensi kebijakan domestik, termasuk realisasi fiskal, perkembangan inflasi, serta efektivitas transmisi likuiditas ke sektor produktif,” ujar Rully dalam Media Day Mirae Asset Sekuritas, Selasa (18/8/2026).
Menurut Rully, perubahan perhatian investor dari risiko global menuju faktor domestik membuat kualitas pertumbuhan dan konsistensi kebijakan menjadi semakin penting. Kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap strategi pengelolaan aset yang lebih terarah dan sesuai dengan profil masing-masing investor.
Lima Pilar Wealth Management
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan mengatakan perkembangan kelompok middle class dan mass affluent turut membuka peluang pertumbuhan bisnis Wealth Management di Indonesia. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan aset semakin kompleks.
“Wealth Management tidak lagi hanya berbicara mengenai produk apa yang tersedia, tetapi dimulai dari memahami kebutuhan nasabah, kemudian menghadirkan solusi yang sesuai. Karena itu, kami mendorong perubahan dari pendekatan product-centric menjadi client-centric,” ujar Tomi.
Menurut Tomi, pendekatan tersebut memungkinkan Mirae Asset Sekuritas memberikan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, mulai dari likuiditas, pendapatan, pertumbuhan aset, proteksi, diversifikasi, hingga perencanaan keuangan dan investasi global.
Transformasi Wealth Management Mirae Asset Sekuritas ditopang lima pilar utama, yakni Service, Product, Access, Global, dan Technology.
Dari sisi layanan, perusahaan mendorong pendekatan yang lebih personal. Sementara dari sisi produk, nasabah mendapatkan pilihan instrumen investasi yang lebih beragam untuk mendukung kebutuhan diversifikasi portofolio.
Untuk memperluas akses, Mirae Asset Sekuritas mengandalkan platform M-STOCK serta jaringan 29 Office Education di berbagai wilayah Indonesia. Nasabah juga dapat memperoleh akses terhadap ekosistem investasi global Mirae Asset.
Adapun aspek teknologi akan mengembangkan Assistant Intelligent (AI) untuk membantu nasabah memantau portofolio dan menyusun strategi investasi sesuai tujuan keuangan.
ETF Emas Jadi Alternatif Diversifikasi
Penguatan Wealth Management tersebut juga didukung semakin beragamnya instrumen investasi di pasar modal Indonesia, termasuk peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di pasar modal pada 10 Agustus 2026.
Head of Development PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Simon Sinaga mengatakan ETF Emas dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui mekanisme pasar modal.
“ETF Emas memberikan alternatif bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap emas melalui pasar modal. Dengan mekanisme perdagangan di bursa, investor dapat mengakses instrumen ini secara lebih praktis sekaligus menjadikannya bagian dari strategi diversifikasi portofolio,” ujar Simon.
Mirae Asset Sekuritas menjadi Dealer Partisipan untuk sejumlah produk ETF emas, di antaranya Syailendra ETF Sharia Gold dengan kode XSGO dan Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA.
Bangun Hubungan Jangka Panjang
Tomi menegaskan penguatan Wealth Management bukan sekadar memperbanyak pilihan produk investasi, tetapi merupakan upaya membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.
“Melalui transformasi Wealth Management ini, kami ingin membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah untuk memberikan layanan dan solusi yang sesuai kebutuhan mereka. Dengan dukungan jaringan nasional, ekosistem global, produk yang beragam, serta teknologi, kami ingin membantu nasabah mengelola dan mengembangkan asetnya secara lebih terarah,” kata Tomi.
Dengan strategi tersebut, Mirae Asset Sekuritas menargetkan Wealth Management menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis perusahaan sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra nasabah dalam mengelola dan mengembangkan aset secara berkelanjutan.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — Penjualan ritel PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2026.…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap pada kuartal II/2026. Berdasarkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Trakindo Utama memperkuat komitmennya terhadap pengembangan lingkungan pendidikan yang aman dan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong JAFF Market 2026 menjadi hub…
TrenBisnis.co, JAKARTA — MG Motor Indonesia membukukan capaian positif selama ajang GAIKINDO Indonesia International Auto…
TrenBisnis.co, BANGKA TENGAH — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan komoditas lada…