TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pemanfaatan teknologi blockchain untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat peran industri kreatif dalam menopang kelas menengah di Indonesia.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Saat ini, sekitar 63% dari 27,4 juta pekerja ekonomi kreatif merupakan generasi Z dan milenial.
“Ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menjawab dua tantangan yang dihadapi, yaitu penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda dan penurunan jumlah masyarakat kelas menengah,” kata Teuku Riefky dalam pertemuan dengan Indonesia Fasilitator (InFast) Bestari di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, penguatan ekosistem pembiayaan menjadi salah satu aspek penting untuk mendorong pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif. Kementerian Ekraf akan mengembangkan kolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Teuku Riefky menyebut pemanfaatan teknologi digital, termasuk blockchain, dapat menjadi salah satu opsi untuk memperkuat skema pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah program dalam Asta Ekraf, antara lain Ekraf Data dan Dana Ekraf.
“Kehadiran lembaga keuangan menjadi sangat penting karena persoalan akses pendanaan masih menjadi tantangan bagi pegiat ekraf. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan OJK, kami ingin menghadirkan terobosan pembiayaan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital seperti blockchain,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, InFast Bestari turut menyoroti kondisi masyarakat kelas menengah yang menghadapi tekanan ekonomi. Lembaga riset tersebut mengusulkan adanya insentif yang lebih terarah serta skema perlindungan agar kelompok tersebut tetap memiliki kapasitas konsumsi.
Direktur Riset dan Database InFast Bestari Hizkia Yosias Polimpung mengatakan kelompok kelas menengah membutuhkan dukungan agar tidak semakin tertekan secara ekonomi.
“Teman-teman kelas menengah ini terlalu kaya untuk diberi bansos, tetapi terlalu miskin untuk disebut hidup layak. Dalam bahasa ekonomi, mereka adalah the missing middle,” kata Hizkia.
Dia mengusulkan adanya scaffolding atau bantalan ekonomi bagi kelompok tersebut sehingga penurunan tingkat kesejahteraan dapat ditekan. Dengan daya beli yang lebih terjaga, konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal diharapkan turut meningkat.
Selain persoalan pembiayaan, Kementerian Ekraf menilai hilirisasi karya kreatif perlu diperkuat melalui kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi pelaku ekraf, terutama terkait permodalan, pengembangan usaha, hingga perluasan pasar.
Pertemuan Kementerian Ekraf dan InFast Bestari juga menjadi bagian dari persiapan Simposium Nasional “Ekosistem Koperasi Urban Berbasis Blockchain: Strategi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kelas Menengah Kreatif Perkotaan”.
Simposium tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 dengan proyeksi peserta sekitar 300–400 pemangku kepentingan. Teuku Riefky dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.
Dalam pertemuan tersebut, Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang Kejora Mallarangeng.
Sementara itu, InFast Bestari diwakili Direktur Eksekutif Gede Sandra, Direktur Riset Kebijakan Publik Muhammad Ridha, Direktur Ekonomi Kerakyatan Hanny Wijaya, Direktur Geopolitik dan Kebijakan Publik Dominggus Oktavianus, Direktur Komunikasi Strategis Bin Bin Firman Tresnadi, serta Direktur Media dan Komunikasi Agus P.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Casa Kuningan kembali memperkuat segmen lifestyle melalui agenda kuliner dan wine…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat digitalisasi…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Mangkuluhur ARTOTEL Suites kembali menghadirkan pameran seni kontemporer melalui SOMEWHERE, ELSEWHERE, karya…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Artotel Group memperluas portofolio pengelolaan hotel melalui kerja sama dengan U Stay…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara (JSN) 2026 resmi membuka pendaftaran mulai hari…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Menara Astra mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan sistem Heating,…