Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Menteri Maman : Serapan Anggaran Kementerian UMKM Capai 42,46% per Semester I 2026

×

Menteri Maman : Serapan Anggaran Kementerian UMKM Capai 42,46% per Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan realisasi penyerapan anggaran Kementerian UMKM telah mencapai 42,46% atau sebesar Rp168,6 miliar dari total pagu Rp397,1 miliar hingga semester I/2026.

Hal itu disampaikan Maman saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), didampingi Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza.

“Realisasi anggaran sampai hari ini sudah 42,46 persen yaitu sebesar Rp168 miliar. Kalau dilihat dari konteks monitoring dan evaluasi, Kementerian UMKM melakukan pengawasan alokasi anggaran untuk UMKM,” ujar Maman.

Dalam pemaparannya, Kementerian UMKM mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp105,8 triliun kepada 1,69 juta pelaku UMKM sepanjang semester pertama 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 511.208 pelaku usaha disebut telah naik kelas atau graduasi, sedangkan 1,15 juta lainnya merupakan debitur baru.

Selain pembiayaan, pemerintah juga memperkuat legalitas usaha melalui penerbitan 15,65 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 3,73 juta sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Dukungan standardisasi produk juga dilakukan melalui program SNI Bina UMK.

Kementerian UMKM turut mencatat pembinaan terhadap 1,081 juta wirausaha serta pengawasan 753 inkubator bisnis yang membawahi 8.661 startup dan usaha rintisan.

Sementara itu, kemitraan terhadap 804 UMKM diklaim menghasilkan potensi transaksi hingga Rp2,21 triliun.

Dalam mendukung program pemerintah, sebanyak 57.600 pelaku UMKM juga dilibatkan sebagai pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah juga memperluas akses pasar global dan memperkuat rantai pasok usaha melalui program Holding UMKM.

Maman menambahkan, pada 2025 Kementerian UMKM berhasil menyerap anggaran sebesar Rp425,8 miliar atau 97,39% dari total pagu Rp437,2 miliar.

Capaian itu menempatkan kementerian pada posisi ke-16 dari 45 kementerian dengan penyerapan anggaran terbesar.

Dari sisi kinerja, jumlah usaha kecil dan menengah pada 2025 tercatat mencapai 3,28% atau melampaui target 3,1%. Adapun Rasio Kewirausahaan Nasional mencapai 3,29% dari target 3,1%.

Dalam kesempatan yang sama, Maman juga mengungkapkan rencana soft launching platform SAPA UMKM yang dirancang sebagai integrasi data dan layanan lintas offtaker untuk mendukung program kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, platform tersebut telah diuji coba di Bandung, Makassar, dan Bali dengan hasil yang dinilai positif meski masih memerlukan penyempurnaan.

“SAPA UMKM akan mengintegrasikan layanan pengembangan kapasitas usaha, pembiayaan, dan pelindungan UMKM melalui digitalisasi sistem informasi data tunggal yang diperbarui secara real time,” pungkas Maman.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *