Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HotelTravel

Kolaborasi Artotel dan DKJ, Paviliun Raden Saleh Jadi Ruang Temu Seni dan Publik

13
×

Kolaborasi Artotel dan DKJ, Paviliun Raden Saleh Jadi Ruang Temu Seni dan Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated resmi beroperasi di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan menghadirkan pameran arsip bertajuk “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan” sebagai penanda pembukaan.

Properti yang dikelola oleh Artotel Group ini berkolaborasi dengan PT Jakarta Propertindo serta Dewan Kesenian Jakarta untuk menghadirkan ruang yang mengintegrasikan seni dan industri hospitality dalam satu ekosistem.

Example 300x600

Pameran yang berlangsung di Selasar Nashar, lantai 8 Paviliun Raden Saleh, mulai dibuka untuk publik sejak 21 April 2026. Kurasi berbasis arsip tersebut menampilkan dokumentasi visual, narasi sejarah, serta jejak perkembangan kawasan Cikini yang memiliki keterkaitan erat dengan sosok Raden Saleh sebagai pelukis maestro Indonesia.

Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menyampaikan bahwa kehadiran Paviliun Raden Saleh tidak sekadar sebagai hotel, tetapi juga platform dialog antara seni dan masyarakat.

“Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program budaya yang relevan dan berkelanjutan. Kami ingin menjadikan Paviliun Raden Saleh sebagai ruang kolaboratif bagi seniman, kurator, komunitas, serta publik luas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/4/2026).

Ia menambahkan, konsep “Cultural Symphony, Artistic Hospitality” menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat nilai artistik.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, menilai kehadiran Paviliun Raden Saleh menjawab kebutuhan fasilitas penginapan di kawasan TIM yang telah lama tidak tersedia.

Menurutnya, lebih dari tiga dekade kawasan tersebut kehilangan wisma seni yang dapat mendukung mobilitas pelaku seni dari luar daerah.

Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu memperkuat fungsi TIM sebagai pusat kebudayaan sekaligus ruang pertemuan lintas gagasan.

“Paviliun Raden Saleh bukan sekadar penginapan, melainkan ruang percakapan kebudayaan dan kolaborasi lintas seni yang terintegrasi dengan program-program di TIM,” jelasnya.

Sebagai bagian dari periode pembukaan, Paviliun Raden Saleh menawarkan tarif kamar mulai dari Rp630.000 per malam.

Penawaran ini sekaligus memberikan akses bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman menginap yang terintegrasi dengan pameran seni serta atmosfer budaya di kawasan TIM. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *