Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Kementerian UMKM : Pemanfaatan AI, SAPA UMKM Jadi Kunci Digitalisasi Pelaku Usaha

×

Kementerian UMKM : Pemanfaatan AI, SAPA UMKM Jadi Kunci Digitalisasi Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat strategi transformasi digital dengan mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara lebih luas bagi pelaku UMKM.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing usaha kecil di tengah percepatan adopsi teknologi.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemanfaatan AI menjadi salah satu instrumen untuk mewujudkan visi pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui transformasi digital.

Menurutnya, AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing.

“Produktivitas UMKM di Tanah Air akan meningkat ketika mereka sudah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas usahanya,” ujar Maman saat membuka forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Forum tersebut merupakan kolaborasi Kementerian UMKM bersama Kumpul Impact, ASEAN Foundation, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), serta sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat keberlanjutan program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) di Indonesia.

Maman mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya pemanfaatan AI oleh pelaku UMKM. Meski tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum telah mencapai 92 persen, lebih dari 90 persen pengusaha UMKM belum memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal dalam kegiatan bisnisnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi pemerintah melalui penyediaan ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
“Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kementerian UMKM mengembangkan platform SAPA UMKM yang akan menjadi basis data tunggal sekaligus superapp layanan publik bagi pelaku UMKM.

Platform itu akan mengintegrasikan berbagai program pemerintah, seperti PRO-KESRA, Holding UMKM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemitraan, hilirisasi, formalisasi usaha, hingga layanan pembiayaan, pelatihan, pendidikan, dan pemasaran dalam satu ekosistem digital.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan insentif berupa potongan biaya layanan marketplace sebesar 50 persen bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Kebijakan tersebut diberikan dengan syarat pelaku usaha melakukan onboarding ke dalam sistem SAPA UMKM sehingga proses pembinaan dan perlindungan usaha dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Di sisi lain, Kementerian UMKM juga menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat jaringan inkubator bisnis yang nantinya akan terhubung dengan SAPA UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses terhadap teknologi, pendampingan, dan inovasi bagi pelaku usaha.

Melalui penguatan ekosistem AI dan digitalisasi yang terintegrasi, pemerintah menargetkan semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memperluas pasar, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *