Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi Bisnis

Holding UMKM Dorong Lada Putih Muntok Naik Kelas ke Pasar Global

×

Holding UMKM Dorong Lada Putih Muntok Naik Kelas ke Pasar Global

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, BANGKA TENGAH — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan komoditas lada putih Muntok sebagai salah satu produk unggulan perkebunan Indonesia melalui konsolidasi petani dan pelaku usaha dalam Holding UMKM Klaster Perkebunan.

Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan sekaligus pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) senilai US$159.680 atau sekitar Rp2,86 miliar dari Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (15/8/2026).

Kementerian UMKM menetapkan PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator Holding UMKM Klaster Perkebunan. Model ini dirancang untuk mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM dalam satu ekosistem, sehingga komoditas perkebunan memiliki skala ekonomi, efisiensi rantai pasok, akses pembiayaan, hingga daya saing yang lebih kuat.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan lada putih Muntok menjadi salah satu komoditas yang menunjukkan bagaimana potensi perkebunan daerah dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar internasional.

“Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar, dan daya saing yang lebih kuat sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” kata Bagus.

Lada Putih Muntok Jadi Komoditas Andalan

Lada putih Muntok merupakan komoditas perkebunan yang lekat dengan Kepulauan Bangka Belitung. Produk ini memiliki karakteristik dan identitas yang kuat sebagai lada putih asal Indonesia, sehingga memiliki peluang untuk terus dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas bahan baku, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah.

Potensi tersebut menjadi semakin penting di tengah upaya pemerintah mendorong produk perkebunan Indonesia untuk tidak berhenti pada perdagangan komoditas mentah.

Melalui penguatan dari sisi produksi, standardisasi, pengolahan, hingga pemasaran, nilai ekonomi yang tercipta diharapkan dapat dinikmati lebih besar oleh petani dan pelaku UMKM.

Pelepasan ekspor 16 ton tersebut menjadi langkah awal implementasi Holding UMKM Klaster Perkebunan. Lada yang dikonsolidasikan melalui ekosistem holding dipersiapkan untuk memenuhi standar dan persyaratan ekspor sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju pasar internasional.

Nilai ekspor sebesar US$159.680 menunjukkan bahwa komoditas lada putih memiliki ruang untuk menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan apabila dikelola melalui rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Bagus menilai konsolidasi menjadi penting karena petani selama ini tidak hanya menghadapi tantangan produksi, tetapi juga akses pembiayaan, pemenuhan standar, efisiensi distribusi, dan kepastian pasar.

Dengan adanya holding, berbagai kebutuhan tersebut dapat dikelola dalam satu ekosistem, mulai dari pengumpulan hasil produksi, peningkatan kapasitas petani, pemenuhan standar, pembiayaan, pengolahan, hingga akses pasar.

“Konsolidasi tersebut memungkinkan petani dan pengusaha UMKM memiliki skala usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan posisi tawar,” ujarnya.

Dari Komoditas ke Produk Bernilai Tambah

Kementerian UMKM menargetkan model holding tidak sekadar memperbesar volume perdagangan komoditas, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah.

Lada putih Muntok, misalnya, berpotensi dikembangkan lebih jauh melalui pengolahan dan diversifikasi produk sehingga tidak hanya dipasarkan sebagai lada dalam bentuk komoditas, tetapi dapat masuk ke rantai industri pangan dan produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat posisi UMKM dalam rantai nilai. Petani dan pelaku usaha di daerah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi turut mengambil bagian dalam proses pengolahan, distribusi, dan pemasaran.

Dengan demikian, porsi nilai tambah yang diterima pelaku usaha lokal dapat meningkat.

“Melalui konsolidasi dalam Holding UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi produk perkebunan Indonesia di pasar global,” kata Bagus.

Perkuat Kesiapan Ekspor

Selain konsolidasi usaha, Kementerian UMKM juga memperkuat sinergi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk memastikan produk UMKM siap memenuhi persyaratan pasar internasional.

Kolaborasi tersebut mencakup edukasi dan penyediaan informasi mengenai kebijakan serta persyaratan karantina negara tujuan. Kementerian UMKM dan Barantin juga akan mengembangkan web series yang memberikan informasi secara praktis dan aplikatif bagi pengusaha UMKM.

Langkah ini dinilai penting karena kemampuan produksi saja belum cukup untuk membawa komoditas lokal masuk ke pasar global. Pelaku usaha juga harus memahami persyaratan karantina, standar mutu, serta ketentuan yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Melalui penguatan informasi dan pendampingan, kesenjangan pengetahuan mengenai prosedur ekspor diharapkan dapat diperkecil sekaligus mempercepat kesiapan komoditas unggulan daerah.

Bagus mengatakan Holding UMKM Klaster Perkebunan ke depan akan diarahkan menjadi instrumen untuk memperbesar skala usaha, meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperluas akses pembiayaan, menciptakan nilai tambah, dan membuka pasar baru.

“Peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan pelepasan Lada Putih Muntok menjadi langkah nyata untuk menghubungkan kekuatan komoditas daerah dengan pasar global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan pengusaha UMKM,” kata
Bagus.

Dengan penguatan ekosistem tersebut, Lada Putih Muntok diharapkan tidak sekadar menjadi komoditas perkebunan asal Bangka Belitung, tetapi berkembang sebagai produk unggulan Indonesia yang mampu mengambil porsi lebih besar dalam rantai perdagangan dan pasar global.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *