Data internal Halodoc di 2025 menunjukkan adanya peningkatan pengguna yang mulai peduli terhadap kesehatan intim. Hal ini terlihat dari tren konsultasi ke spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), andrologi, urologi hingga kulit dan kelamin.
Sepanjang semester pertama 2025, Halodoc mencatat adanya peningkatan transaksi terkait disfungsi ereksi pada pria sebesar 76%, dan peningkatan transaksi terkait menstruasi dan kontrasepsi pada wanita sebesar 29%.
Baca Juga: RS Abdi Waluyo Resmikan IBD Center Sebagai Pusat Rujukan Penyakit Pencernaan di Indonesia
Pada pria, masalah kesehatan intim lainnya yang paling sering dikonsultasikan adalah penggunaan kontrasepsi, dan gangguan organ intim. Sedangkan produk kesehatan intim yang paling sering dibeli adalah obat disfungsi ereksi dalam bentuk lembaran maupun pil.
Sementara itu, pada wanita, masalah kesehatan intim yang sering dikonsultasikan selain gangguan menstruasi dan kontrasepsi adalah peradangan pada organ intim (vagina). Sedangkan produk kesehatan intim yang paling sering dibeli adalah obat gangguan menstruasi, KB darurat dan obat infeksi saluran kemih.
Sehingga penting untuk menyediakan layanan yang aman, terpercaya, dan bebas stigma agar masyarakat lebih berani mengambil langkah preventif maupun kuratif.
Dalam rangka Hari Kesehatan Seksual Sedunia yang jatuh pada bulan September, Halodoc melalui HaloIntima menekankan pentingnya menjaga kesehatan intim yang seringkali masih dibayangi stigma.
dr. Gracia Merryane Rauw, Sp.OG, mitra dokter spesialis Halodoc dan tim dokter HaloIntima, mengungkapkan bahwa masih banyak wanita masih ragu karena mitos seperti pil KB menyebabkan mandul, padahal kontrasepsi justru berperan penting dalam melindungi kesehatan perempuan, mengatur jarak kehamilan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.

















