Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
DestinasiTravel

Artotel Group Dorong Aset Olahraga Jawa Barat Jadi Destinasi Sport Tourism

×

Artotel Group Dorong Aset Olahraga Jawa Barat Jadi Destinasi Sport Tourism

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA — Artotel Group melihat pengembangan kawasan olahraga dapat menjadi peluang baru bagi industri hospitality melalui integrasi konsep sport tourism dan wellness. Perusahaan mendukung pengembangan empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi yang dapat menghasilkan aktivitas ekonomi sepanjang tahun.

Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin mengatakan, pengembangan aset olahraga perlu dilakukan secara terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan tingkat utilisasi infrastruktur.

“Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness yang memiliki nilai serta aktivitas sepanjang tahun,” kata Erastus dalam diskusi Business Infrastructure Forum (BIF), bagian dari Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Foto bersama dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di JICC Jakarta, Jumat (11/9/2026). (istimewa)

Empat aset yang dipaparkan dalam forum tersebut meliputi Kawasan Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memaparkan potensi serta karakter masing-masing aset tersebut dalam forum yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku industri, pengelola infrastruktur, dan pemangku kepentingan olahraga.

Baca Juga :  The Alana Sentul Perkuat Bisnis Kuliner Lewat Verde, Restoran Italia Berkonsep Wellness

Menurut Erastus, pengembangan kawasan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas olahraga. Infrastruktur tersebut perlu dihubungkan dengan berbagai sektor pendukung seperti hotel, ritel, makanan dan minuman (food and beverage/F&B), wellness, hiburan, serta komunitas.

“Kawasan olahraga harus diintegrasikan dengan sektor pariwisata seperti hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, serta komunitas untuk menjadi peluang dalam menciptakan utilisasi infrastruktur olahraga yang lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru,” ujarnya.

Model tersebut dinilai dapat memperluas fungsi aset olahraga sekaligus menciptakan sumber aktivitas dan pendapatan di luar penyelenggaraan pertandingan atau kegiatan olahraga.

Bagi industri hospitality, pengembangan kawasan berbasis sport tourism dan wellness juga membuka peluang untuk menciptakan destinasi dengan kunjungan yang lebih beragam, mulai dari wisatawan, komunitas olahraga, hingga masyarakat lokal.

Artotel Group menyatakan siap berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur olahraga yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata.

Pengalaman perusahaan di sektor hospitality akan diarahkan untuk mendukung terbentuknya ekosistem destinasi yang dapat memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

Baca Juga :  Kanomas Kembangkan Platform Digital untuk Perkuat Ekosistem Industri Travel

BIF merupakan salah satu rangkaian ISS 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Forum tersebut membahas peluang investasi, pengembangan, pengelolaan, dan pemanfaatan infrastruktur olahraga untuk mendorong pertumbuhan industri olahraga nasional.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *