Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Kesehatan

BMHS Perkuat Kapabilitas Bedah Robotik, Dorong Penguatan Ekosistem Kesehatan Nasional

×

BMHS Perkuat Kapabilitas Bedah Robotik, Dorong Penguatan Ekosistem Kesehatan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bundamedik Tbk (BMHS) memperkuat kapabilitas layanan bedah robotik melalui pengembangan teknologi Da Vinci Xi di RSU Bunda Jakarta sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas layanan bedah presisi sekaligus membangun ekosistem bedah robotik nasional.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat kompetensi tenaga medis, kolaborasi multidisiplin, serta pengembangan pendidikan dan riset di bidang bedah robotik.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan kepemimpinan di bidang bedah robotik tidak hanya ditentukan oleh investasi teknologi, tetapi juga pengalaman klinis dan kualitas sumber daya manusia.

“Kepemimpinan dalam bedah robotik tidak dibangun hanya melalui investasi teknologi, tetapi melalui pengalaman klinis, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan menangani kasus-kasus yang semakin kompleks,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, selama lebih dari satu dekade BMHS secara konsisten mengembangkan kompetensi dokter, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta menyusun standar praktik yang mengutamakan keselamatan pasien.

Sejak menjadi pionir bedah robotik di Indonesia pada 2012, RSU Bunda Jakarta telah menangani hampir 1.000 prosedur bedah robotik di berbagai disiplin medis.

Sejumlah pencapaian tersebut antara lain transplantasi ginjal berbasis robotik ketiga di Indonesia, tindakan skin sparing mastectomy pertama di Asia Tenggara, pengangkatan tumor rektum, hingga miomektomi untuk kasus miom berbobot 2,7 kilogram.

BMHS menilai peningkatan kapabilitas teknologi bedah robotik memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, terutama pada area anatomi yang kompleks. Dukungan instrumen robotik juga memungkinkan sayatan lebih kecil sehingga dapat mengurangi trauma jaringan dan mempercepat proses pemulihan pasien.

Selain memperkuat layanan klinis, BMHS memperluas kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi teknologi kesehatan, serta peningkatan kompetensi tenaga medis.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui hibah sistem bedah robotik kepada FTMD ITB yang akan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi teknologi medis.

Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, mengatakan pengembangan layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem yang berkelanjutan.

“Bagi BMHS, kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menghadirkan teknologi, tetapi juga dari kontribusi dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan BMHS akan terus memperluas akses layanan bedah robotik, termasuk melalui pengembangan layanan di RSU Bunda Padang yang menjadi rumah sakit pertama di Sumatera Barat yang menghadirkan layanan tersebut.

Dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa teknologi robotik menjadi salah satu fokus transformasi sistem kesehatan nasional.

Menurut Budi, pemerintah menetapkan tiga teknologi prioritas dalam transformasi kesehatan, yakni robotics technology, kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk kesehatan, dan bioteknologi.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah membentuk Robotics Committee untuk mempercepat pengembangan teknologi tersebut.

Dia juga menilai rumah sakit swasta memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan bedah robotik di Indonesia mengingat jumlahnya lebih banyak dibandingkan rumah sakit pemerintah.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, BMHS turut mendukung peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi yang disusun berdasarkan pengalaman klinis dan kasus nyata tim dokter bedah robotik.

Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi tenaga medis sekaligus mendorong transfer pengetahuan serta pengembangan standar praktik bedah robotik di Indonesia.

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *